Belajar Filsafat kepada Agen 007

Moh. Samsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

Penggemar film pasti tahu sepak terjang dan petualangan James Bond, agen Inggris MI6 yang memiliki sandi 007. Adalah novel Casino Royale karya Ian Fleming (1953) yang kali pertama memasukkan James Bond ke dalam imajinasi manusia di planet ini. Bond kian jadi sosok idola setelah film layar pertamanya, Dr No, dirilis tahun 1962. Setelah itu film-film tentang Bond diproduksi rutin hingga mencapai 22 judul, termasuk yang teranyar, Quantum of Solace (2008). Continue reading “Belajar Filsafat kepada Agen 007”

KEPADA YANG MELUPAKAN*

Pengantar Antologi Puisi Penyair Perempuan Asas “Sihir Terakhir” (diterbitkan PUstaka puJAngga 2009)

Nenden Lilis A. **

Membuka lembar demi lembar antologi puisi yang ditulis para perempuan yang tergabung dalam komunitas ASAS dan menghikmatinya satu demi satu, saya seperti membuka lembar demi lembar album kenangan sekaligus sejarah perjalanan sastra perempuan kita. Dari tiap lembar album yang terbuka menganga itu seolah menjerit suara tentang perempuan, yang dalam sejarah atau segala hal lainnya selalu di “sunyi”-kan dan ditinggalkan waktu; dimarjinalkan dan didiskriminasi. Continue reading “KEPADA YANG MELUPAKAN*”

9 Pertanyaan untuk Salman Aristo: Seimbangkan Idealisme dengan Industri Film

Grathia Pitaloka
jurnalnasional.com

BERBICARA mengenai film Indonesia, tak genap rasanya bila tidak menyebut nama Salman Aristo. Betapa tidak, dua skenario film terlaris tahun 2008 yakni Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta lahir dari tangan dingin alumnus Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.

Sejak masih kanak-kanak, Salman sudah jatuh cinta pada film. Namun, ia baru berkesempatan berkenalan lebih jauh tentang dunia film ketika duduk di bangku kuliah. Bersama teman-temannya yang rata-rata bergabung dalam Gelanggang Seni Sastra Teater Film (GSSTF), Salman mulai memproduksi film pendek. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Salman Aristo: Seimbangkan Idealisme dengan Industri Film”

Bahasa ยป