Koper Merah

Jenny Ang
http://www.jawapos.com/

”Ma, tunggu.”

Matahari meninggi di atas awan. Menebar panas dan menuai gerah. Langit kelabu bukan menjanjikan hujan melainkan tersaput debu polusi. Sebuah koper kosong berwarna merah melenggang gontai mengikuti langkahku di atas trotoar yang seolah tak berujung. Roda-roda mungilnya bergemeretak meriah menggerus conblok yang terpasang tak rata. Continue reading “Koper Merah”

bahasa yang termenung

Hudan Hidayat

bahasa yang termenung – senja di pelabuhan kecil sering disebut orang, dunia puisi beda dengan dunia prosa. dalam puisi, sang penyair bertaruh pada bentuk. yakni sebuah ciptaan yang tak beralur dan tak berplot dalam tokoh tokoh pembentuk konflik (dan konflik konflik antar tokoh). mungkin, kini batasan seperti ini harus dan bisa kita terabas. seperti yang ditunjukkan dengan nyaris sempurna oleh penyair bergaya bebas rimbaud itu, yang puisinya telah saya tayangkan di jurnal sastra tuhan hudan – semusim di neraka. sebuah puisi yang, saya kira, telah mematahkan anggapan puisi tak beralur atau tak bertokoh dalam puisi. tak bersetting tempat dan waktu juga. Continue reading “bahasa yang termenung”

Pencarian Identitas Imigran di Amerika

Eka Kurnia Hikmat*
http://www.jawapos.com/

Jika Anda tengah patah hati, agaknya novel ini layak menjadi teman. Betapa tidak, novel ini, The Rug Merchant (Pedagang Permadani), juga mengisahkan patah hati Ushman Khan, sang tokoh utama, seorang pedagang permadani Iran yang beremigrasi ke Amerika atas cinta sejatinya.

Diceritakan Ushman beremigrasi ke Amerika demi kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan istrinya, Farak. Ushman selalu memimpikan suatu saat dapat membawa istrinya ke New York, meninggalkan Tabriz. Continue reading “Pencarian Identitas Imigran di Amerika”

Mengisukan Ekologi Pikiran

Audifax
http://www.jawapos.com/

SELAIN ekologi hayati yang berupa hutan, gunung, dan lautan, ternyata ada juga ekologi lain, yaitu dunia ciptaan manusia yang berupa abstraksi mental, gagasan serta cara mengolah realita. Inilah ekologi pikiran. Dalam ekologi pikiran, berbagai hal seperti tren, bahasa, ideologi, gaya hidup, dan sejenisnya, muncul, menghilang ataupun bertahan. Ekologi pikiran menjadi penting karena manusia hanya mampu memahami realitas sejauh apa yang mampu dipikirkannya. Tapi, di luar apa yang mampu dipikirkannya selalu ada sesuatu yang lain. Continue reading “Mengisukan Ekologi Pikiran”

Bahasa ยป