Belajar Islam Kepada Pujangga

Ahmad Badrus Sholihin*
http://www.jawapos.com/

Jogjakarta, 30 Mei 2009, KH A. Mustofa Bisri menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Sebagaimana disebut dalam sambutan dekan Fakultas Adab, gelar ini adalah penghargaan atas jasa-jasa Gus Mus dalam mengembangkan ilmu kebudayaan Islam lewat kerja-kerja nyata. Karya-karyanya dinilai menyuarakan Islam yang menyejukkan, Islam yang mengentaskan, Islam yang mengayomi, Islam yang membebaskan, dan Islam yang mencerahkan. Continue reading “Belajar Islam Kepada Pujangga”

SIHIR CHANDRA JOHAN

Maman S. Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Chandra Johan: pelukis yang saya kenal ketika kami bersama di Dewan Kesenian Jakarta (2003?2005). Suatu saat, dalam sebuah obrolan santai, ia memperkenalkan sejumlah koleksi lukisannya. Amboi! Lukisan apakah gerangan? Bagaimana mungkin, sesuatu?lukisan-lukisan itu? yang belum saya pahami maknanya, tiba-tiba menciptakan serangkaian keterpanaan. Saya benci lukisan-lukisan itu. Sebab, tanpa kompromi seketika ia membelit saya pada ketakberdayaan: saya tak berdaya menghindar aura pesonanya. Continue reading “SIHIR CHANDRA JOHAN”

Buka Diri, Alam Memberi Sesuatu

Sunaryono Basuki Ks
Pewawancara: Adnyana Ole
http://www.balipost.co.id/

Untuk ukuran sastrawan yang umurnya sudah kepala enam, Sunaryono Basuki Ks. termasuk sastrawan yang super produktif. Bahkan keproduktifannya tak kalah dengan penulis muda energik yang kini banyak bermunculan di Indonesia. Selama dua tahun guru besar di IKIPN Singaraja ini menulis empat novel, sebuah kumpulan cerpen dan sebuah esai. Tahun 2004, dua novelnya — masing-masing “Antara Jalan Jaksa dan Lovina” dan “Sisca Ambarwati” — diterbitkan Grasindo. Lalu pada tahun 2005 juga terbit dua novel, “Maling Republik” (Mizan) dan “Cinta Berbunga di Lovina” (Pinus) serta sebuah kumpulan cerpen “Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura” (Kompas). Continue reading “Buka Diri, Alam Memberi Sesuatu”

Bahasa ยป