Realitas Kontemporer Indonesia

Catatan dari Festival Film Internasional Singapura Ke-15

Garin Nugroho*
http://www2.kompas.com/

Jagat perfilman Indonesia tengah bertabur berita gembira. Setelah di dalam negeri sejumlah film-mulai dari Jelangkung hingga Ada Apa dengan Cinta? dan Ca Bau Kan-mampu membangkitkan kembali gairah orang untuk berduyun ke bioskop, kabar gembira itu juga datang dari luar negeri.

Pekan lalu aktris Christine Hakim ditunjuk menjadi salah seorang anggota dewan juri Festival Film Cannes ke-56 di Perancis, yang akan berlangsung pertengahan bulan depan. Continue reading “Realitas Kontemporer Indonesia”

Chicklit dan Teenlit : Relativitas Kualitatif Paradigma Cerita*

Satmoko Budi Santoso
Majalah Matabaca

FENOMENA dunia perbukuan di Indonesia dikejutkan oleh booming kategori cerita chicklit dan teenlit. Setidaknya, dalam sekian tahun terakhir fenomena chicklit dan teenlit itu benar-benar menawarkan kesegaran baru dalam kaitannya dengan varian keberjamakan tema dan standarisasi buku-buku cerita.

Ditilik dari pengertian substansial yang mengarah pada aspek linguistik, chicklit terpahami sebagai sebuah karya sastra yang bersifat populer. Continue reading “Chicklit dan Teenlit : Relativitas Kualitatif Paradigma Cerita*”

Ada Apa dengan Para Sastrawan Lampung?

Dahta Gautama*
http://www.lampungpost.com/

PERKEMBANGAN dunia sastra di Lampung memasuki tahun 2000 hingga 2005 begitu gegap gempita. Setidaknya, ada 8 penyair dan cerpenis yang lahir pada rentang waktu itu. Untuk sekadar menyebut beberapa nama antara lain Jimmy Maruli Alfian, Inggit Putria Marga, M. Arman. AZ, Dyah Indra Mertawirana, Ardiansyah dan Alex R. Nainggolan. Memasuki tahun 2004 tiba-tiba ‘menohok’ seorang Lupita Lukman. Penyair perempuan ini begitu tiba-tiba langsung ‘bermain’ di koran nasional. Ada juga Y. Wobowo penyair asal Yogya yang kembali ke kampung halaman (Lampung) dan konsisten menyajikan suasana lokal dalam sajak-sajaknya. Continue reading “Ada Apa dengan Para Sastrawan Lampung?”

Bahasa ยป