MANUSIA KELELAWAR RESEP KEPENULISAN YATI SETIAWAN

Sutejo
Ponorogo Pos

Masih ada yang tersisa di balik pelepasan Budi Darma sebagai guru besar Unesa tanggal 8 Desember 2007 lalu. Di balik cerita para penulis macam Lang Fang, Yati Setiawan, Mashuri, Audex, Kurnia Fabiola, dan Budi Darma sendiri. Yati Setiawan, seorang ibu rumah tangga yang berkarya banyak bercerita tentang pengalaman kepenulisannya. Sebuah perjalanan yang menarik untuk dipelajari. Yati Setiawan sendiri adalah isteri dosen Unesa yang juga menulis: Wawan Setiawan. Continue reading “MANUSIA KELELAWAR RESEP KEPENULISAN YATI SETIAWAN”

PEMILU

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Pemilu legislatif atau pileg sudah 10 hari yang lalu dilaksanakan. Itulah pesta demokrasi yang paling hiruk-pikuk, meskipun tidak banyak hura-hura seperti pada pemilu-pemilu yang telah lalu. Hiruk-pikuk pemilu yang sekarang ialah karena persaingan antarparpol dan antarcaleg yang ketat. Continue reading “PEMILU”

Habis Gelap Terbitlah Gelap

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Andai Kartini tidak lahir pada 21 April 1879, pastilah tidak akan muncul ledakan keperempuanannya hingga ia menulis Door Duisfernis Tot Licht yang kemudian diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang (P.N. Balai Pustaka, 1957). Ia tak lain adalah cermin tragedi perempuan di abad itu, saat harkat perempuan terperosok dan cuma berkubang ”riwa-riwi” di sumur, dapur, dan kasur. Batinnya dilecut gelisah, dipukul topan badai keterbelakangan. Dirundung cita-cita, dihambat kasih sayang. Dikerangkeng adat dan dibutakan oleh peradaban bangsanya sendiri yang lama nian terjajah. Continue reading “Habis Gelap Terbitlah Gelap”

PROBLEM HUBUNGAN SASTRA DAN AGAMA?

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Di tengah kesenyapan penerbitan buku-buku kritik dan ingar-bingar serbuan novel, antologi cerpen, antologi puisi dan, naskah drama, kehadiran buku Sastra dan Agama (Jakarta: Yayasan Ngali Aksara bekerja sama dengan Penerbit Penamadani, xxiv + 313 halanan) karya Marwan Saridjo ini, laksana gerimis di tengah kemarau panjang kritik sastra Indonesia. Lebih daripada itu, buku ini juga boleh dikatakan mengisi dahaga atas kerontangnya pembicaraan mengenai sastra Indonesia yang bercorak Islam. Memang selama ini baru Abdul Hadi WM yang begitu gencar dan serius mengangkat khazanah sastra Islam. Continue reading “PROBLEM HUBUNGAN SASTRA DAN AGAMA?”

Bahasa ยป