BENGKALIS NEGERI ZAPIN*

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Datanglah ke Bengkalis dan bertanyalah tentang zapin. Maka boleh jadi, sesiapa pun warga masyarakat di sana, akan menjawabnya enteng saja, seperti seseorang yang mewartakan identitasnya. Tetapi boleh jadi juga jawabannya panjang lebar, lengkap, sambil sekalian menunjukkan sejumlah gerakan yang khas, yang gemulai, yang rancak atau yang patah-patah, meski sangat berbeda dengan breakdance. Antusiasme! Itulah kesimpulan yang akan kita peroleh ketika pertanyaan tentang zapin jatuh di Bengkalis. Zapin bagi masyarakat Bengkalis, bahkan juga bagi masyarakat pesisir Semenanjung Melayu adalah denyut nadi dinamika kehidupan mereka. Continue reading “BENGKALIS NEGERI ZAPIN*”

Lekra (Meng)gugat Sejarahnya

Judul Buku : Lekra Tak Membakar Buku (Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965)
Penulis : Rhoma Dwi Aria Yuliantri & Muhidin M. Dahlan
Penerbit : Merakesumba, Jogjakarta
Cetakan : I, September 2008
Tebal : 584 halaman
Peresensi: Misbahus Surur
http://soeroer.blogspot.com/

Beragam fakta yang terbuka sumbatnya saat ini, tak ubahnya korban dari pemberangusan dan usaha penghilangan jejak sejarah di masa lampau. Continue reading “Lekra (Meng)gugat Sejarahnya”

Paradoks Amang Rahman Jubair

Beni Setia
suarakarya-online.com

Amang Rahman Jubair (lahir 21 November 1931), sang pelukis itu, meninggal 15 Januari 2000. Agak mengejutkan meski setiap orang siap melepas lelaki sepuh itu. Yang selalu bersungguh-sungguh dan ngungun, meski yang selalu hadir menyapa berkomunikasi justru lelucon-leluconnya.

Agak mengejutkan juga ketika seniman sahabat orang banyak itu ditinggalkan banyak orang saat diselenggarakan “Pameran Lukisan 70 Tahun” dan diskusi buku Ambang Cakrawala: Monografi Seni Lukis Amang Rahman. Continue reading “Paradoks Amang Rahman Jubair”

Antara Keheningan dan Keriuhan

Pameran “Dua Cakrawala”

Wayan Sunarta
http://www.balipost.co.id/

DI “10 Fine Art Gallery” Sanur yang dikelola oleh 10 pelukis, I Kadek Susila dan I Wayan Wirawan memamerkan karya-karya terbarunya. Pameran bertajuk “Dua Cakrawala” itu dikuratori Arif Bagus Prasetyo dan berlangsung dari 29 April sampai 29 Mei 2007.

Susila dan Wirawan merupakan tamatan ISI Yogyakarta. Keduanya pernah berpameran bersama di beberapa kota di Indonesia. Continue reading “Antara Keheningan dan Keriuhan”

Bahasa ยป