Pergolakan PRRI dalam Cerpen

Damhuri Muhammad*
http://cetak.kompas.com/

?Saya hadir dalam pertemuan Dewan Banteng di Bukittinggi (1956). Malam itu telah mengubah wajah Sumatera Tengah, dan menyeretnya ke suatu medan laga mengerikan,? begitu pengakuan Soewardi Idris (1930-2004), satu-satunya jurnalis yang menyaksikan pertemuan rahasia tokoh-tokoh PRRI.

Setelah itu Soewardi bergabung dengan PRRI, tiga tahun masuk-keluar hutan hingga akhirnya ?turun gunung? setelah mendapat amnesti dari pemerintah. Soewardi bukan ?pembangkang? biasa. Ia wartawan, juga sastrawan?bukan tentara atau bekas tentara seperti pemberontak lainnya. Continue reading “Pergolakan PRRI dalam Cerpen”

Benang Merah Perkembangan Sastra Ide

Lies Susilowati
suarakarya-online.com

Ketika massa nekrofilis (pencinta kematian) sedang memenuhi jalan raya di negeri ini, diam-diam di toko buku dan perpustakaan telah tersedia buku-buku tentang Marxisme dalam bahasa Indonesia.

Di samping itu, buku-buku Tan Malaka diterbitkan juga dalam bahasa Indonesia masa kini.

Yang lebih menyenangkan, disamping Marxisme, ada juga terjemahan Indonesia buku-buku mengenai eksistensialisme. Nietzsche memasuki dunia pustaka kita dalam bentuk buku berbahasa Indonesia. Continue reading “Benang Merah Perkembangan Sastra Ide”

Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang

Judul : Hikajat Seri Rama
Penerbit : Balai Poestaka
Tahun : 1938
Tebal : 256 halaman
Peresensi: Umi Kulsum
http://www2.kompas.com/

RAMA dan Sita (Sinta) merupakan sejoli yang berasal dari epik Ramayana. Dalam proses perjalanan dari negeri asalnya, kedua sosok tersebut telah berubah dari versi aslinya menjadi bentuk cerita yang sarat dengan muatan lokal di mana cerita itu berkembang. Continue reading “Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang”

Bahasa ยป