Damhuri Muhammad*
http://cetak.kompas.com/
?Saya hadir dalam pertemuan Dewan Banteng di Bukittinggi (1956). Malam itu telah mengubah wajah Sumatera Tengah, dan menyeretnya ke suatu medan laga mengerikan,? begitu pengakuan Soewardi Idris (1930-2004), satu-satunya jurnalis yang menyaksikan pertemuan rahasia tokoh-tokoh PRRI.
Setelah itu Soewardi bergabung dengan PRRI, tiga tahun masuk-keluar hutan hingga akhirnya ?turun gunung? setelah mendapat amnesti dari pemerintah. Soewardi bukan ?pembangkang? biasa. Ia wartawan, juga sastrawan?bukan tentara atau bekas tentara seperti pemberontak lainnya. Continue reading “Pergolakan PRRI dalam Cerpen”
