I Nyoman Suaka
Karya-karya kesusastraan peranakan Tionghoa di era tahun 1920-an, kini bangkit kembali dan banyak beredar di pasaran. Bahkan tidak canggung-canggung, buku sastra itu terbit berseri (jilid satu sampai delapan) yang bertajuk ”Sastra Melalui Peranakan Tionghoa”. Buku itu membicarkan tentang karya sastra kaum penulis Tionghoa tempo dulu. Anehnya, ketika karya sastra itu terbit pertama kali, pernah dijuluki sebagai bacaan picisan, murahan dan bermutu rendah. Akibat julukan itu, maka hasil kesusastraan peranakan Tionggoa tergolong bacaan liar. Mengapa demikian? Continue reading “Latar Indonesia dalam Karya Sastra Tionghoa”
