Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam

Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Ilahi lastu lilfirdausi ahla wala aqwa ‘ala naril jahimi Fahab li tawbatan waghfir dzunubi fainaka ghafirud dzanbil adzimi.

Senandung syair yang menyentuh hati itu mengalun begitu merdu. Sembari menunggu datangnya shalat Maghrib dan Subuh, para jamaah shalat kerap melantunkan syair itu dengan syahdu di mushala dan masjid. Meski syair itu telah berumur hampir 11 abad, namun tampaknya tetap akan abadi. Continue reading “Abu Nawas Legenda Humor Penyair Islam”

Berbagi Ceruk Pasar Novel Asia

Bagja Hidayat
http://www.ruangbaca.com/

Penjualannya cukup tinggi, meski masih kalah dibanding terjemahan novel Barat.
Abad 20 adalah sebuah masa yang rusuh dengan ide-ide. Rusuh ide yang melahirkan rusuh massal, juga ketakutan yang akut?a continuous frenzy? jika meminjam istilah George Orwell. Kolonialisme modern mencapai puncaknya yang paling nyata pada abad itu. Negara-negara jajahan di belahan Timur bereaksi aktif terhadap datangnya kultur yang merangsek ke dalam ingatan setiap orang. Continue reading “Berbagi Ceruk Pasar Novel Asia”

CERPEN-CERPEN PUITIK MAROELI

Maman S. Mahayana *

“Tengah malam tuba. Angin berdesir. Beribu ular berdesir. Tanganku berdesir. Itu tubuh/mengucur darah/mengucur darah.” Itulah kalimat-kalimat pembuka “Solilokui Ungu,” sebuah cerpen yang mengawali antologi cerpen Bara Negeri Dongeng (Yogyakarta: Jalasutra, September 2002, 183 halaman) karya Maroeli Simbolon. Di sana ada penggalan-penggalan puisi “Isa” karya Chairil Anwar. Continue reading “CERPEN-CERPEN PUITIK MAROELI”

Generasi Baru Wanita Sastrawan Bali Modern

I Nyoman Darma Putra *
balipost.com

DUNIA sastra Bali modern dewasa ini menyaksikan munculnya pengarang generasi baru. Pengarang generasi baru ini adalah penulis-penulis wanita. Mereka adalah Anak Agung Sagung Mas Ruscitadewi (Denpasar, lahir 1965), I Gusti Ayu Putu Mahindu Dewi Purbarini (Tabanan, lahir 1977), dan yang paling muda adalah Ni Kadek Widiasih (Karangasem, lahir 1984). Continue reading “Generasi Baru Wanita Sastrawan Bali Modern”

“Kelainan Jiwa dan Kekuasaan yang Sakit”

Musa Ismail
http://www.riaupos.com/

(Analisis Novel Megalomania karya Marhalim Zaini)

Megalomania merupakan novel kedua Marhalim Zaini yang memenangi Penghargaan Utama Ganti Award setelah Getah Bunga Rimba. Dari segi estetika bahasa, Megalomania agak tertinggal jauh dari Getah Bunga Rimba. Secara harfiah, megalomania adalah suatu kelainan jiwa yang ditandai oleh khayalan tentang kekuasaan dan kebesaran diri (KBBI, 2002:727). Continue reading ““Kelainan Jiwa dan Kekuasaan yang Sakit””

Bahasa »