Satmoko Budi Santoso
lampungpost.com
RATUSAN terompah bakiak di kaki bukit kapur putih itu menapak, tentu, tak memunculkan suara menderap. Tanah injakan yang berkapur, bukan padas melainkan gembur, menenggelamkan suara derapan. Ratusan orang mirip gipsi itu berjalan, berderet satu-satu ke belakang, berpakaian rumbai-rumbai, khusus lelaki-lelaki muda, beranting-anting pecahan gigi taring babi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga pantas sebagai aksesori. Continue reading “Terompah Bakiak di Bukit Kapur Putih”
