Memorabilia untuk Pramoedya Ananta Toer

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan.
Duniaku bumi manusia dengan segala persoalannya (Rumah Kaca: hlm. 38)

Pada sore 6 Februari 2009 yang bergerimis ritmis, sampailah saya di Jl Sumbawa 40, Jetis, Blora. Di sepanjang perjalanan dari Jombang, saya terus terusik, apa yang membuat Pramoedya Ananta Toer tak pernah lekang dikenang dan tiada surut ditelusuri banyak orang, terutama kaum pramis dan kawula pergerakan? Continue reading “Memorabilia untuk Pramoedya Ananta Toer”

Jatuh Bangun Pengarang Jawa

Sucipto Hadi Purnomo
http://www.suaramerdeka.com/

KETIKA pada tahun 1980-an Suripan Sadi Hutomo menyebut sastra Jawa sedang memasuki era sastra majalah, lantaran karya-karya yang ada hanya tersuguhkan lewat majalah, Suparto Brata pun gerah. Serasa tak pernah lelah, dia kemudian melakukan ”perlawanan”. Seraya menganggap ketergantungan pada majalah hanya akan membuat sastra Jawa menjadi sastra bonsai, dia pun mengajak banyak pihak untuk menerbitkan karya dalam bentuk buku. Tak cuma mengajak, tetapi juga jatuh-bangun mbandhani karya-kayanya. Continue reading “Jatuh Bangun Pengarang Jawa”

Andrea Hirata: Kita dalam Krisis Keteladanan

Triyanto Triwikromo
suaramerdeka.com

FILM Laskar Pelangi “yang bakal diputar secara serentak di seluruh Indonesia” 25 September diperkirakan akan ditonton jutaan penonton menyusul kesuksesan novelnya yang telah dinikmati oleh lebih dari 1 juta pembaca. Namun sungguh mengejutkan, di tengah kegemuruhan kabar indah itu, Andrea Hirata, sang novelis yang juga telah melahirkan Sang Pemimpi dan Edensor (nominator Khatulistiwa Literary Award 2007), serta Maryamah Karpov Continue reading “Andrea Hirata: Kita dalam Krisis Keteladanan”

Bahasa ยป