Catatan Hari Pers Nasional

Wartawan Perjuangan yang Murni dalam Lima Tahun

Dahlan Iskan*
http://www.jawapos.com/

PEMBACA koran naik drastis di Amerika Serikat, tapi pembeli koran turun drastis. Demikian juga ”pemirsa laptop” naik drastis dan pemirsa tv turun drastis. Untuk kali pertama dalam sejarah media, pelantikan Barack Obama sebagai presiden ke-44 AS pada 21 Januari lalu lebih banyak ditonton lewat laptop daripada lewat pesawat televisi. Continue reading “Catatan Hari Pers Nasional”

CERPEN SEBAGAI POTRET SOSIAL ZAMANNYA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra ?di dalamnya tentu saja termasuk juga cerpen? bukanlah sekadar karya fiksional ?menyulap fakta menjadi fiksi?tetapi juga catatan sebuah kesaksian atas satu atau serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat dan zaman tertentu. Sebagai sebuah kesaksian, sastra boleh jadi sekadar mencatat segala peristiwa itu tanpa pretensi. Atau, mungkin juga ia mencoba melakukan pemaknaan atas hakikat di balik peristiwa itu. Continue reading “CERPEN SEBAGAI POTRET SOSIAL ZAMANNYA”

Trubador Gila

Abidah El Khalieqy
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

TAK seorang pun tahu dari mana asalnya. Di mana kampung dan alamat rumahnya. Orang-orang hanya melihat tubuh kurus, melayang-layang bagai daun kering ditiup angin. Kadang barat kadang timur, kadang utara kadang selatan. Menggeremang dalam gendang telinga. Bersyair bagai pujangga. Menyanyi dan menari bersama anak-anak, dari rumah ke rumah, dari lapangan satu ke tengah lapangan lain. Continue reading “Trubador Gila”

Air

A. Rodhi Murtadho *

Air tergeletak di jalanan. Mengalirkan diri mencari pori tanah. Namun struktur pemukiman mempermainkan. Air hanya mengalir di pinggir-pinggir jalan. Mengisi lubang-lubang beraspal. Atau tergenang di tempat busuk tanpa bisa menghindar. Got-got beralas semen tak terstruktur menurun. Rata. Hanya memenuhi program tata pemukiman. Continue reading “Air”

Janji untuk Kaci

Miranda
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

JEMPUTLAH aku di tikungan ketiga, Kaci. Pukul sebelas, malam Sabtu Pahing nanti. Pakailah kemeja hitam kesukaanku yang telah ternoda bekas bibirku. Bawa saputangan polosmu di saku, tapi jangan selipkan telepon selulermu. Malam itu saja, aku ingin memilikimu sendirian. Bersisir yang benar, sebab aku suka mengacaknya, nanti. Tak perlu khawatir, aku selalu membawa sirkam di dalam tasku. Kamu bisa merapikan rambutmu kapan saja. Continue reading “Janji untuk Kaci”

Bahasa ยป