Judul Buku: Pleidoi Sastra: Kontroversi Cerpen “Langit Makin Mendung” Ki Pandjikusmin
Penulis: Kipandjikusmin, H.B Jassin, Hamka, dll
Editor: Mujib Hermani, Muhidin M. Dahlan
Penerbit: Melibas, Jakarta
Cetakan: I, 2004
Tebal: 484 halaman
Peresensi: Zen Rachmat Sugito
ruangbaca.com Continue reading “Saat Jibril Mampir di Monas, HB Jassin Masuk Penjara”
Ubud Writers & Readers Festival
Suka Duka : Welas Asih dan Solidaritas
7 Oktober ? 11 Oktober 2009
Januari 2009
Ubud sedang bergulat dengan musim hujan saat ini. Keseharian kami ditandai oleh hujan senja hari dan kilasan cahaya matahari di pagi hari. Sejak berakhirnya festival lalu, berbagai upacara keagamaan serta prosesi warna-warni telah menghidupkan jeda antara perayaan Natal dan Tahun Baru. Continue reading “Ubud Writers & Readers Festival”
Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com
Maaf, jika kata-kata dalam tulisan ini seruduk lompat-melompat radak ganjil. Karena disaat menuliskannya sedang sakit kepala, oleh kelelahan berposting ria. Seperti biasa, sakit ringan saya anggap bagian dari gejala keabadian. Yang menerbitkan keyakinan atas kesaksian bertutur kata; kalau kelak kan ada para penyimaknya. Ini sepaham sajaknya Subagio Sastrowardoyo dalam antologi “Simphoni” (Pustaka Jaya 1971), yang bertitel ALI BABA: Continue reading “Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com”
Pemerintah dan Seni
Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/
Setelah masa reformasi, keadaan Indonesia porak-poranda. Ada perdebatan di antara para ahli, bagaimana membangun Indonesia kembali. Satu pihak mengatakan bahwa untuk membangun Indonesia yang baru dan satu, diperlukan stabilitas politik. Pihak lain membantah, mereka mengemukakan bukan stabilitas politik, tetapi stabilitas ekonomi yang mesti didahulukan. Continue reading “Pemerintah dan Seni”
Y.D. (1944-2009)
Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
Jurnalisme tak bermula ketika kabar disiarkan. Tiap kali sebuah berita terbit, ada sisi yang kelihatan dan ada yang tak kelihatan. Bahkan di halaman majalah ini dan juga di Koran TEMPO bagian yang tak tampak sebenarnya lebih besar perannya: hampir tiap kalimat, foto dan gambar ditopang oleh sebuah aturan dan sistem kerja, perencanaan anggaran, persiapan logistik, juga latihan ketrampilan yang bertahun-tahun. Continue reading “Y.D. (1944-2009)”

