Ibu
Kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama
Kaulah kawah
dari mana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi
yang tergelar lembut bagiku
melepas lelah dan nestapa Continue reading “Puisi-Puisi A. Mustofa Bisri”
Ibu
Kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama
Kaulah kawah
dari mana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi
yang tergelar lembut bagiku
melepas lelah dan nestapa Continue reading “Puisi-Puisi A. Mustofa Bisri”
A. Mustofa Bisri
Lirboyo,
Masihkan tebu-tebu berderet manis melambai disepanjang jalan menyambut langkah gamang santri anyar menuju gerbangmu? Ataukah seperti dimana-mana pabrik-pabrik dan bangunan bergaya sepanyolan yang angkuh dan genit menggantikannya? Continue reading “LIRBOYO”
A. Mustofa Bisri
tentangpenyair.blogspot.co.id
AKU beruntung bisa bertemu dengan Mbah Joned.
Kabar yang sampai kepadaku sebelumnya, tidak setiap orang bisa bertemu atau ditemui kiai sepuh yang melegenda itu. Bahkan, konon ada yang sudah sowan 12 kali tidak pernah bertemu atau tidak ditemui oleh beliau. Continue reading “Ngelmu Sigar Rasa”
Shofiyatuz Zahroh *
Kisah tentang sufisme menjadi semacam virus dan anti klimaks. Perjalanan kesufian dari waktu-kewaktu ter-remajakan oleh intuisi yang memiliki akselerasi tinggi untuk mencapai dimensi rasa paling hakiki. Pesona sufisme mejadi semacam kegandrungan tersendiri kemudian bagi para ulama yang penyair, untuk menggemburkan narasi sufisme itu dalam sebuah ulasan singkat atau pun cerita pendek, sebagai langkah plastis untuk mentransvaluasi nilai transendensi yang tidak terjebak pada mistisisme dan absurdisme yang mengada-ada. Continue reading “Narasi Sufisme dan Estetika Lokal”
A. Mustofa Bisri
Mula-mula tak ada seorang pun di rumah keluarga besar itu yang berterus terang. Masing-masing memendam pengalaman aneh yang dirasakannya dan curiga kepada yang lain. Masing-masing hanya bertanya dalam hati, “Bau apa ini?” Lalu keadaan itu meningkat menjadi bisik-bisik antar “kelompok” dalam keluarga besar itu. Kakek berbisik-bisik dengan nenek. “Kau mencium sesuatu, nek?” Continue reading “Wabah”