Ann dan Saya: Sebuah Perjumpaan

Abdul Aziz Rasjid

Sepanjang pementasan dari dua kelompok teater yang semalam saya tonton di gedung KORPRI Purwokerto dalam acara bertajuk Festifal Teater Banyumas, saya hanya dapat mengingat beberapa kejadian. Awal mula ketika saya tiba: meja, kursi, tangga berkali-kali diangkut dan dikeluarkan dari atas panggung. Pada pementasan kedua, seorang laki-laki bunuh diri sebelum saya memilih untuk pergi minum kopi bersama Ann dan beberapa teman. Continue reading “Ann dan Saya: Sebuah Perjumpaan”

Taufik Ismail dan Program Gerakan Sastra

Abdul Aziz Rasjid
http://pawonsastra.blogspot.com/

Tulisan ini ingin menyoroti salah satu sastrawan sekaligus penyair yang tiada henti, berusaha memberikan kontribusi bagi pembangunan kebudayaan Indonesia. Taufik Ismail (Lahir 25 Juni 1935) salah satu sastrawan yang memiliki keinginan besar untuk memajukan budaya bangsanya, utamanya pembangunan budaya membaca dan menulis bagi putra putri Indonesia. Dengan adanya keinginan ini ia telah memberikan gagasan pemikiran, kepeloporan, dan kepedulian untuk kemajuan budaya bangsa, yang diwujudkan dalam gerakan sastra bagi generasi bangsa di sekolah-sekolah menengah dan universitas. Continue reading “Taufik Ismail dan Program Gerakan Sastra”

Puisi Mahasiswa: Politik Bahasa dalam Ruang Reproduksi Kesenjangan Sosial*

Abdul Aziz Rasjid

Di kampus ini/ Telah dipahatkan / Kemerdekaan.
Segala déspot dan tirani/ Tidak bisa merobohkan/ Mimbar kami.

“Mimbar”, Taufiq Ismail

Dalam lirik-lirik yang menandakan keyakinan itu; mimbar bernama kampus yang saya imajikan sebagai panggung kecil —tak panjang & tak lebar— tak jarang dipahami sebagai pusat diwujudkannya independensi akal pikiran dalam bentuk aneka ragam pendapat. Continue reading “Puisi Mahasiswa: Politik Bahasa dalam Ruang Reproduksi Kesenjangan Sosial*”

Bahasa »