Abdul Aziz Rasjid
Radar Tasikmalaya, 16 Mei 2010
Tak jarang orang membangun khayalan sepanjang hidupnya. Tetapi sayang, ketika seseorang terus beranjak dewasa, khayalan hanya ditanggapi sebagai dunia permainan anak. Khayalan dipandang tak logis, kurang mendapat perhatian dan tanpa disadari ikut memutih bersama tumbuhnya uban di kepala.
Khayalan menjadi cara menumpahkan emosi, membayangkan dunia tersendiri yang diidamkan sambil membangun apa yang mewakili perasaan dengan memfungsikan segala sesuatu yang diterima oleh indera. Setiap khayalan dalam motif itu, berpangkal pada keinginan yang belum tercapai, bertujuan melakukan perbaikan dari kenyataan-kenyataan yang ada. Continue reading “Cara Bode Membangun Khayalan”
