SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?

Abdul Hadi W. M.
http://www.icas-indonesia.org/

Jawa Timur adalah propinsi tempat kediaman asal dua suku bangsa besar, yaitu Jawa dan Madura, dengan tiga sub-etnik yang memisahkan diri dari rumpun besarnya seperti Tengger di Probolinggo, Osing di Banyuwangi dan Samin di Ngawi. Dalam sejarahnya kedua suku bangsa tersebut telah labih sepuluh abad mengembangkan tradisi tulis dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pengalaman estetik mereka. Continue reading “SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG?”

PARADOKS GLOBALISASI: MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH KEBUDAYAAN KITA

Abdul Hadi W. M.
http://icasjakarta.wordpress.com/

(Disampaikan Pada Orasi Pengukuhan Guru BesarDalam Bidang Ilmu Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Jakarta 11 Juni 2008).

Hadirin yang mulia,
Izinkan saya awali dialog ini dengan menyampaikan puji syukur kepada Allah s.w.t. sebab berkat pertolongan-Nya semata majlis ini dapat diselenggarakan penuh khidmat. Terimakasih saya sampaikan kepada segenap pimpinan dan civitas akademika Universitas Paramadina yang telah memberi kesempatan kepada saya pada hari yang penting ini untuk menyampaikan pidato pengukuhan saya selaku guru besar pada Fakultas Falsafah dan Peradaban, khususnya Program Studi Falsafah dan Agama. Tidak kurang pula penghargaan dan terimakasih saya alamatkan kepada hadirin yang telah meluangkan waktu menghadiri majlis ini. Continue reading “PARADOKS GLOBALISASI: MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH KEBUDAYAAN KITA”

Relevansi Mantiq Al-Tayr Karya Sufi Persia Fariduddin Attar (2)

Abdul Hadi W. M.
http://kompas.co.id/

Farriduddin al-`Attar nama lengkapnya ialah Fariduddin Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim, dilahirkan di Nisyapur pada tahun 1142 M dan wafat di kota yang sama pada tahun 1230 M. Menurut cerita sang sufi mati dibunuh oleh tentara Mongol, yang pada tahun 1220 M menyerbu Nisyapur. Dia lebih dikenal sebagai al-`Attar atau `Attar, yang artinya pembuat minyak wangi (parfum) dan obat-obatan (farmasi). Setengah riwayat menceritakan bahwa dia berubah pikiran untuk menjadi seorang sufi setelah mengalami peristiwa ganjil dalam hidupnya. Continue reading “Relevansi Mantiq Al-Tayr Karya Sufi Persia Fariduddin Attar (2)”

Relevansi Mantiq Al-Tayr Karya Sufi Persia Fariduddin Attar (1)

Abdul Hadi W. M.
http://kompas.co.id/

Alamat apa yang memerlihatkan adanya dunia lain
Di sebalik dunia yang tampak ini?
Perubahan-perubahan besar, terhapusnya masa lalu
Hari baru, malam baru, zaman baru
Dan bahaya-bahaya baru yang mengancam kehidupan
Dalam setiap zaman selalu ada pikiran baru
Kesenangan baru dan juga kekayaan baru
(Jalaluddin Rumi dalam Divan-i Shams Tabriz) Continue reading “Relevansi Mantiq Al-Tayr Karya Sufi Persia Fariduddin Attar (1)”