Lilin Gus Dur

Putu Setia
tempointeraktif.com

Ada lilin dinyalakan. Berpuluh-puluh jumlahnya, untuk mendoakan kepulangan Gus Dur–sapaan akrab Abdurrahman Wahid–ke alam maya yang sejati. Di sekitar lilin ada berbagai manusia dengan keyakinan yang berbeda, namun tak ada bisik-bisik di antara mereka: “Kamu beragama apa, ya?” Continue reading “Lilin Gus Dur”

Selamat Tidur, Gus…

A.S. Laksana *
jawapos.com

Gus Dur masuk di benak saya mula-mula sebagai karakter dan sekaligus pemilik gagasan-gagasan kontroversial. Ia berada di luar arus umum dan senantiasa mengingatkan kita akan adanya suara dan cara pandang yang berbeda. Ia pun menampilkan itu semua melalui dirinya sendiri. Pada masa itu, saya suka membaca tulisan-tulisannya tentang apa saja: keislaman, keberagaman, hidup bersama, dan sepak bola. Saya menyukai sepak terjangnya. Continue reading “Selamat Tidur, Gus…”

Gus Dur dan Buku

Saiful Amin Ghofur *
jawapos.com

SUATU sore, ketika senja merambah cakrawala di Jalan Matraman Kecil No 8 Jakarta, Nyai Sholehah kelimpungan mencari Abdurrahman ad-Dakhil. Putra sulung yang tempo itu berusia belasan tahun tersebut tak kunjung muncul. Ternyata, tak berapa lama Gus Dur (kecil) itu menyembul. Kepada ibunya, dia berkilah tak ke mana-mana, melainkan sejak semula membaca buku di balik daun pintu. Continue reading “Gus Dur dan Buku”

Gus Dur Sang Penakluk

Nurqomar
poskota.co.id

KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah kiai besar. Gus Dur adalah politikus ulung. Gus Dur adalah Kiai Bangsa dan yang paling penting ia adalah Guru Bangsa. Namun siapakah Gus Dur itu sebenarnya. Dari mana ia berasal, mengapa ia bisa menjadi salah satu tokoh paling fenonemal di Indonesia.

Gus Dur adalah putra dari mantan Manteri Agama, KH Wahid Hasyim dan ibunya bernama Solichah. Ia lahir 4 Agustus 1940. Ia adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ia juga terlahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. Addakhil sendiri berarti Sang Penakluk. Sedangkan nama Wahid adalah panggilan ayahnya. Continue reading “Gus Dur Sang Penakluk”

Bahasa ยป