Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/
AKU menunggumu di kafe itu, Warung Mbak Nien namanya, karena merasa kau akan datang bak kerap kurasakan hari-hari belakangan. Aku duduk sendiri seperti dulu saat menunggumu. Dengan minuman seperti dulu, karena pelayan itu, bagai dulu pula, meninggalkanku usai tarok minuman. Tak ia tunggu kubuka daftar menu, seolah ia tak pernah lupa bahwa itu baru nanti aku lakukan, setelah kau tiba ya, seperti dulu. (Eh, apakah menurutmu pelayan itu benar-benar yakin kau akan datang, atau ia hanya merasa kau akan tiba seperti yang aku rasakan?). Continue reading “Aku Menunggumu di Kafe Itu”
