Para Perupa Peloncat Pagar

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

Sebanyak 37 perupa memajang karya mereka memenuhi Hall B dan Hall C ruang pameran Galeri Nasional, Jakarta, 28 Agustus-5 Sepetember 2010. Pameran yang diprakarsai Andy Gallery dan dikuratori Asmujo J. Irianto ini bertajuk Crossing and Blurring the Boun?daries: Medium in Indonesian Contemporary Art. Pameran ”loncat pagar” ini merupakan yang kedua dilansir galeri yang sama. Sebelumnya, pada 2003 pernah dise_lenggarakan pameran dengan gagasan serupa bertajuk In Between dengan kurator Hendro Wiyanto dan Mikke Susanto. Continue reading “Para Perupa Peloncat Pagar”

Kuas Tebal Aan Arief

Afnan Malay*
http://www.jawapos.co.id/

Aan Arief, perupa kelahiran Jogja, 21 April 1973, yang belajar seni lukis secara akademis di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, setahun belakangan ini tampak kembali intens menggeluti seni rupa setelah vakum. Ketersendatan yang dialami Aan lebih diakibatkan faktor kecanduan alkohol (alcoholic) daripada kemampuan teknik melukisnya atau apresiasi yang minim atas karya-karyanya. Kawannya seangkatan di kampus ISI, S. Teddy D., yang dikenal paling intim dengan minuman beralkohol, konon pada masa-masa awal kuliah (1992) ”belajar minum” kepada Aan. Continue reading “Kuas Tebal Aan Arief”

Eksploitasi Sunyi Toto Nugroho

Afnan Malay*

Toto Nugroho, perupa alumnus ISI Jogjakarta kelahiran Wonogiri, 1980, mengusung 14 karya lukisan akrilik bergenre komik -begitu didedahkan dalam catatan kuratorial Wahyudin- yang dipamerkan di Emmitan Contemporary Art Gallery, Surabaya, 25 Juli-3 Agustus 2010.

Karya-karya komikal Toto setia menggunakan bentuk apropriasi yang menggambarkan sebuah proses dalam penciptaan karya seni rupa dengan cara: meminjam, mengutip, serta merepetisi elemen-elemen visual dari perupa terdahulu. Continue reading “Eksploitasi Sunyi Toto Nugroho”

Hidup Adalah Permainan Rupa

Afnan Malay
http://www.jawapos.co.id/

HOMO Ludens, manusia bermain, adalah tajuk yang disodorkan kurator Wahyudin kepada 17 perupa yang sebagian besar di antara mereka berhasil menambatkan diri pada deretan papan atas seni rupa Indonesia. Mereka adalah Agus Suwage, Beatrix Hendriani Kaswara, Budi Kustarto, Dipo Andy, Erik Pauhrizi, FX Harsono, Haris Purnomo, Inge Riyanto, Julnaidi M.S., Jumaldi Alfi, Putu Sutawijaya, R.E. Hartanto, S. Teddy D., Sigit Santoso, Ugo Untoro, Wayan Suja, dan Yani Maryani. Continue reading “Hidup Adalah Permainan Rupa”

Rehorny 92 = Gerakan May?

Afnan Malay*
http://www.jawapos.co.id/

YA, seperti hidup, seni rupa adalah teka-teki. Mungkin, definisi itu akan memudahkan kita untuk memahami kerangka berpikir mereka yang hanya akan terkesima pada sesuatu yang dianggap memiliki ke(baru)an. Artinya, ada gagasan -monumental, eksentrik, fenomenal, kontroversial, fundamental, atau apa pun- yang tengah disodortawarkan dalam setiap aktivitas berkesenirupaan. Continue reading “Rehorny 92 = Gerakan May?”