Puisi-Puisi Ahmad Muchlish Amrin

http://sastrakarta.multiply.com/
SENANDUNG LERENG BUKIT RANTANI
-Non torno vibo alcun, s?iodo il vero
senza tema d?infamia it rispondo ? Dante

a/
Siapa tahu, di lereng bukit rantani itu ada seribu gubuk menyalakan senja
di antara batu-batu kecil sekeras rinduku dan pintu-pintu terbuka
bagi perempuan-perempuan yang melongok ke luar jendela; menatap
kering setapak meliuk dan mekar kembang jagung bagai awan-awan tipis
digesek angin. Continue reading “Puisi-Puisi Ahmad Muchlish Amrin”

SAMPAN

Ahmad Muchlish AR
http://www.sinarharapan.co.id/

Dua tahun yang lalu, Ayah dan Ibuku meninggal di laut; apabila aku kangen padanya, mengharap belaiannya, aku segera berangkat ke laut karena Ayah dan Ibuku adalah laut itu sendiri.* Kudapati angin, udara, camar, ombak dan buih telah mempelajariku hidup dan bergaul. Atau bahkan pernah aku enggan pergi ke laut karena dalam pikiranku muncul bahwa laut adalah kekejaman.
*** Continue reading “SAMPAN”

Malin Kundang Pulang Kampung

Ahmad Muchlish Amrin
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

TERSIAR kabar dari toekang tjerita tentang Malin Kundang yang dikutuk Ibunya jadi batu, mungkin ingatanmu akan menjalar ke masa lampau bila di antara kita ada yang enggan pulang. Ah, toekang tjerita sudah mati, tinggal aku yang diwarisi cerita dan aku akan mengisahkan kembali padamu, mungkin kau akan menuduh kisah ini adalah cerita yang sesat. Tapi simaklah baik-baik kalimat demi kalimat yang menyimpan matahari asing. Continue reading “Malin Kundang Pulang Kampung”