Puisi-Puisi Ahmad Muchlish Amrin

SENANDUNG LERENG BUKIT RANTANI
-Non torno vibo alcun, siodo il vero
senza tema dinfamia it rispondo – Dante

a/
Siapa tahu, di lereng bukit rantani itu ada seribu gubuk menyalakan senja
di antara batu-batu kecil sekeras rinduku dan pintu-pintu terbuka
bagi perempuan-perempuan yang melongok ke luar jendela; menatap
kering setapak meliuk dan mekar kembang jagung bagai awan-awan tipis
digesek angin. Continue reading “Puisi-Puisi Ahmad Muchlish Amrin”

SAMPAN

Ahmad Muchlish AR
sinarharapan.co.id

Dua tahun yang lalu, Ayah dan Ibuku meninggal di laut; apabila aku kangen padanya, mengharap belaiannya, aku segera berangkat ke laut karena Ayah dan Ibuku adalah laut itu sendiri.* Kudapati angin, udara, camar, ombak dan buih telah mempelajariku hidup dan bergaul. Atau bahkan pernah aku enggan pergi ke laut karena dalam pikiranku muncul bahwa laut adalah kekejaman.
*** Continue reading “SAMPAN”