(Sekali Lagi) Membincang (tentang) ”Sastra Pesantren”

Akhiriyati Sundari

”Kalau ada sastrawan kita yang merasa terpanggil untuk menggarap kehidupan pesantren sebagai objek sastra nantinya, terlebih dahulu harus diyakininya persoalan-persoalan dramatis yang akan dikemukakannya. Tanpa penguasaan penuh, hasilnya hanyalah akan berisi kedangkalan pandangan belaka” (Abdurrahman Wahid, 2001) Continue reading “(Sekali Lagi) Membincang (tentang) ”Sastra Pesantren””