Watu Beber

Akhmad Muhaimin Azzet *
http://www.kompasiana.com/akhmad_muhaimin_azzet

Hujan gerimis yang terjadi hampir seharian, hingga senja menuju gelap ini belum juga berhenti. Anjing Lek Marsuji di ujung jalan juga tidak seperti biasanya, seakan mempunyai keasyikan tersendiri dengan menyalak berkepanjangan. Dan, suasana semakin terasa wingit, tatkala dari rumah Ki Waseso asap kemenyan mengepul lewat celah-celah genting dan baunya menyergap ke segala penjuru. Bibir sesepuh desa itu menggumamkan mantra tiada henti. Continue reading “Watu Beber”

Menyembah Kesombongan

Akhmad Muhaimin Azzet

( I )
jangan tanyakan lagi apakah bersarang dendam
di denyut nadiku yang memang jatuh-bangun di jalanan
angin menampar, musim mengabarkan keterpurukan
sungguh telah mengajarkan ketulusan beradzan
menempuh sungai damai yang bermuara keabadian
ah, duduk di sampingmu mendengar khutbah
aku terlalu hafal dengan rapal menyembah
kesombongan. Continue reading “Menyembah Kesombongan”

Lirik Lereng Merapi

Akhmad Muhaimin Azzet
http://puisiazzet.wordpress.com/
Judul Buku : Lirik Lereng Merapi; Antologi Puisi dan Geguritan
Pengantar : Dewan Kesenian Sleman dan Suminto A. Sayuti
Penerbit : Dewan Kesenian Sleman bekerja sama dengan Yayasan Aksara Indonesia
Tahun : 2001
Tebal : 174
ISBN : 979-95817-18-9

Judul antologi ini memang Lirik Lereng Merapi, tetapi sidang pembaca jangan bertanya di manakah letak ciri-ciri ke-Merapi-an atau ke-Sleman-an yang tampak dalam sajak atau geguritan yang terhimpun dalam antologi ini. Jangan pula bertanya apakah ke-Merapi-an merupakan idiosinkrasi penyair-penggurit Sleman. Continue reading “Lirik Lereng Merapi”