Spirit Seni dan Keeksakan Sains

Asarpin
lampungpost.com

Yang rasional dan yang spiritual pada akhirnya juga diskusi tentang seni dan sains. Namun, sains tak mendapat perhatian budayawan dan sastrawan. Mungkinkah berharap puisi menjadi penyembuh luka besar kemanusian?

Pada diskusi tentang fiksi mikro di UKMBS Unila beberapa waktu lalu, Ari Pahala dan Iswadi Pratama menyinggung soal logika dalam sastra. Kedua penyair terdepan di Lampung ini tidak cuma sekali melontarkan hubungan seni dan sains. Continue reading “Spirit Seni dan Keeksakan Sains”

Sitok Srengenge: Puisi sebagai Pertaruhan Berbahasa

Asarpin

Dia menulis dengan bahasa yang sangat puitis. Barangkali inilah modal utamanya sebagai penyair—belakangan juga mencatatkan diri sebagai penulis prosa yang liris dan puitis, yang hanya bisa ditandingi oleh kejernihan bahasa prosa Nukila Amal. Terus terang, saya iri dengan kemampuan bahasa Indonesia yang dimilikinya. Bahkan, saya tak bisa menyembunyikan keterpesonaan setiap kali memukan sajak-sajaknya. Selalu ada semacam godaan untuk mengikutinya, jadi epigonnya, atau mengambilalih, atau memiuhnya. Mungkin benar kata sebagian orang: tulisan yang bagus akan selalu menggoda orang untuk jadi pencuri. Continue reading “Sitok Srengenge: Puisi sebagai Pertaruhan Berbahasa”

Bahasa »