Omong Kosong Intelektual

Asarpin *

Bangsa Yunani berjasa mengenalkan bahasa angka pada manusia. Setelah kejayaan Babilonia, matematika muncul di Yunani dengan gemilang hingga lahir paham manusia berakal-budi. Tapi bangsa Babilonia yang mula-mula mengenalkan tahap-tahap penting yang berlaku dalam matematika dan astronomi. Kemudian orang Yunani mempromosikan cara-cara berpikir dan mengamati secara ilmiah dan progresif. Pada abad ke-3 S.M, bangsa Yunani bahkan telah tampil dalam penemuan bahasa angka yang kelak dianggap sebagai cikal-bakal lahirnya konsepsi modern tentang ”sains girang”—sains yang mencapai kemajuan puncak di abad ke-20. Continue reading “Omong Kosong Intelektual”

Kado Puisi dari Jimmy

Asarpin *

Apa yang sederhana memang langka. Apa yang sederhana menggoda mata. Karena langka dan menggoda, maka orang senantiasa mengharapkan ia ada. Demikian pula pada puisi Indonesia mutakhir. Mencari yang sederhana ibarat mencari tokek di kota metropolitan. Sekali pun ada sebagian sajak yang setia menampilkan hal-hal yang sederhana, namun karena ditulis oleh pengalaman penyair yang sempit dan dangkal, maka tidak ada sumur kata-kata. Kalau pun ada, betapa dangkal dan kering sumur itu. Continue reading “Kado Puisi dari Jimmy”

Seabad Sjahrir

Asarpin *

Orang mengenalnya sebagai negarawan. Ia lahir 5 maret 1909, dan wafat dalam usia 57 tahun dalam keadaan terpasung. Kini kita hanya bisa merekam jejaknya, mengenang apa yang telah diwariskannya kepada kita. Setidaknya, ada dua buku kumpulan karangan Sjahrir yang telah diterbitkan: Perjuangan Kita, Renungan dan Perjuangan. Continue reading “Seabad Sjahrir”

Berlin dan harga sebuah Kebebasan

Asarpin

Kebebasan merupakan persoalan yang, paling tidak, sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri. Sejak Nabi Adam turun ke Bumi lalu diikuti para nabi berikutnya, persoalan kebebasan kerap kali muncul dalam wujudnya yang berbeda. Sejak filosof Stoa hingga filosof pascamodernisme, masalah kebebasan telah menyita waktu para filosof profesional untuk merumuskan secara jelas apa makna di balik kata ini. Continue reading “Berlin dan harga sebuah Kebebasan”

Semsar Siahaan

Asarpin

Barangkali hanya Semsar Siahaan(1952-2005) perupa yang dengan setia melukis realitas kehidupan yang carut-marut masa kini. Sebagai pelukis dan pematung ia sering menampilkan lukisan-lukisan yang dramatik tentang wajah-wajah kaum miskin dan buruh di belahan Dunia Ketiga. Meski berkali-kali ia melukis dalam keadaan bahaya, namun satu persatu lukisannya hadir menyapa kita. Puluhan karya lukisnya pernah dipamerkan di Galeri Nasional Agustus 2004 dengan respon publik yang cukup menggembirakan. Continue reading “Semsar Siahaan”