Merenangi Bait-Bait Kitab Suci dalam “Lelaki Pembawa Mushaf”

Bambang Kariyawan Ys *
Riau Pos, 1 Jul 2017

Karya yang ikhlas akan melahirkan kejujuran.
Itulah petikan kalimat motivasi dari penulis novel perempuan Riau, Nafiah Al Ma’rab dengan nama asli Sugiarti dalam acara bedah novelnya. Novel ini merupakan novel kedua yang ditulis setelah Jodohku dalam Proposal, dan kini hadir Lelaki Pembawa Mushaf (LPM) (Tim Medina Creative Imprint of Tiga Serangka, Solo: 2016, 208 h). Riau sebagai provinsi literasi dalam pelaksanaannya masih harus berjuang keras menjaga serta merawat julukan itu. Continue reading “Merenangi Bait-Bait Kitab Suci dalam “Lelaki Pembawa Mushaf””

Riwayat Asap: Obat Luka Kepedihan dan Kreativitas Penulis

Menabur Benih Sastra Hijau di Riau
Bambang Kariyawan YS *
riaupos.co

Bermula dari Jalan Jauhari …

Tulisan ini muncul ketika diskusi-diskusi kecil para penulis Forum Lingkar Pena (FLP) Riau di rumah inspirasi Jalan Jauhari Pekanbaru. Berkumpul membicarakan konstribusi yang tepat sebagai penulis atas derita yang dialami bersama karena bencana kabut asap. Sebagai anak negeri bertuah, beragam cara telah diekspresikan untuk mengungkapkan derita atas bencana tahunan ini. Bayangkan 18 tahun berulang-ulang menghirup asap seperti agenda tahunan rutin. Ada yang dengan demonstrasi, menulis surat, teaterikal, gerakan damai, karikatur, kreativitas di jejaring sosial, membagi masker, membagi susu kaleng dan beragam cara yang disesuaikan dengan latar belakang dan kesukaan penggagas. Continue reading “Riwayat Asap: Obat Luka Kepedihan dan Kreativitas Penulis”

Menggeramkan “Cantik Itu Luka”

Bambang Kariyawan Ys
http://www.riaupos.co

Tulisan ini diawali ketika membaca berita bahwa novel Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan mendapat penghargaan internasional. Terbayang kembali pada tahun 2002 penulis pernah membaca novel ini ketika pertama kali terbit oleh Penerbit Jendela dan Akademi Kebudayaan Yogyakarta. Saat selesai membaca novel tersebut dan berdiskusi sesama pembaca terjadi pro kontra. Ada pembaca yang pencinta sastra mengatakan bahwa novel ini dahsyat. Namun ada pembaca lain yang mengatakan jangan membaca novel tersebut. Rusak pikiran kita, apalagi kalau anak-anak remaja yang membaca, bahaya! Mengapa dilarang dan berbahaya membacanya?! Pasti ada sesuatu. Continue reading “Menggeramkan “Cantik Itu Luka””