Mozaik Peradaban dalam Terjemahan

Bandung Mawardi*
http://www.jawapos.com/

NEGERI ini kerap alpa sejarah atau terlambat menyadari karena malas atau mungkin ketidaksanggupan untuk menulis sejarah sendiri. Pandangan ironis itu tampak pada penerbitan buku setebal bantal ini dengan sajian karangan-karangan dari para sarjana ampuh. Mayoritas 65 karangan dalam buku itu ditulis sarjana asing dengan kompetensi dan keseriusan mereka untuk membaca dan menilai Indonesia secara historis. Buku tersebut mungkin melegakan kehausan sejarah bagi pembaca, tapi juga memberi tanda seru atas kemiskinan intelektual negeri besar ini dengan ratusan juta penduduknya. Continue reading “Mozaik Peradaban dalam Terjemahan”

Ikhtiar “Mengekalkan” Rendra

Judul: Rendra Berpulang (1935-2009)
Editor: Edi Haryono
Penerbit: Burung Merak Press
Cetakan: Pertama, 2009
Tebal: xiv+381 halaman
Peresensi: Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

RENDRA masih menebar sihir atas nama nostalgia dan pewarisan sekian pemikiran kebudayaan. Puisi-puisi Rendra masih jadi medium intim untuk mengenangkan dan mungkin mengekalkan kerja keras penyair dalam membaca dan menulis dunia dengan kata dan makna. Continue reading “Ikhtiar “Mengekalkan” Rendra”

Menulis Biografi Pahlawan

Bandung Mawardi*
http://www.jawapos.com/

BUKU adalah kunci untuk publikasi sosok dan nilai pahlawan. Rezim Orde Lama menjalankan operasionalisasi untuk publikasi pahlawan dengan membentuk Lembaga Sejarah dan Antropologi (1958). Lem?baga itu memiliki misi membuat buku biografi para pahlawan. Orde Baru melanjutkan misi dengan membentuk Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional (1979). Klaus H. Schreiner (2005) mencatat pada 1983 lembaga itu telah menerbitkan 73 biografi pahlawan. Continue reading “Menulis Biografi Pahlawan”

Papua dan Resistensi Sastra Pinggiran

Judul: Tanah Tabu
Penulis: Anindita S Thayf
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 2009 Tebal: 240 Halaman
Peresensi: Bandung Mawardi*
http://suaramerdeka.com/

NOVEL Tanah Tabu menyapa pembaca dengan naras-narasi kritis tentang perempuan, kapitalisme, patriarki, dan kekuasaan. Novel jadi juru bicara untuk membuka memori kolektif dan memaparkan pelbagai kebobrokan dan marginalisasi terhadap Papua. Biografi Indonesia masih sekadar menjadikan Papua sebagai catatan kaki. Continue reading “Papua dan Resistensi Sastra Pinggiran”

Wong Jawa

Bandung Mawardi
http://www.jawapos.com/

“Siapa saja yang ingin menjadi wong Jawa harus membaca dan menulis.” Kalimat dengan pesan imperatif ini disampaikan secara kalem oleh Suparto Brata dalam diskusi Wong Jawa Ilang Jawane di Solo pada 14 Juni 2008. Laku membaca dan menulis diklaim Suparto sebagai pengalaman jadi wong Jawa. Ungkapan relasional tentang wong Jawa dengan tradisi membaca dan menulis memang cukup mencengangkan pada hari ini, ketika sekian orang sibuk mencari definisi, memerkarakan identitas hibrida atau tafsir klise tentang takdir kekuasaan Jawa. Continue reading “Wong Jawa”