Acep Zamzam Noor: Gairah Sunyi Mencari Arti Abadi

Bandung Mawardi *
lampungpost.com

AMIR Hamzah menjadi penyair awal yang fasih menuliskan sunyi dalam religiositas dan kisah cinta. Buku puisi Nyanyi Sunyi (1935) adalah babak penting dalam perpuisian Indonesia modern yang intens mengisahkan sunyi.

Amir Hamzah menuliskan pengertian: Sunyi itu duka/Sunyi itu kudus/Sunyi itu lupa/Sunyi itu lampus. Continue reading “Acep Zamzam Noor: Gairah Sunyi Mencari Arti Abadi”

Uang, Modernitas, dan Tafsir Sastra

Bandung Mawardi*
http://cetak.kompas.com/

Uang adalah wacana tak selesai untuk memperkarakan kehidupan manusia modern. Uang sebagai benda, kata, dan makna terus jadi kuasa untuk mengantarkan manusia pada permainan-permainan hidup dalam seribu satu risiko. Pengenalan manusia modern terhadap uang menjadi absorsi dan internalisasi untuk melakoni hidup dengan konstitusi atas nama nilai dan kompensasi. Uang sebagai juru bicara membuat manusia menerima mekanisme atau prosedur hidup dalam perhitungan angka untuk mencapai makna. Angka jadi penentu, tetapi makna kadang hadir dalam kesamaran. Continue reading “Uang, Modernitas, dan Tafsir Sastra”

Puisi yang Menyapa

Judul: Kolam
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Editum, Jakarta
Cetak: 2009
Tebal: 120 Halaman
Peresensi: Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

HARI ini Sapardi Djoko Damono masih menyapa kita dengan puisi. Usia tua tak bisa jadi alasan untuk istirahat dari puisi. Tua adalah usia biologis tapi imajinasi belum tentu berbarengan dengan kerentaan. Imajinasi terus disemaikan dengan ketelatenan mengurusi kata dan makna. Continue reading “Puisi yang Menyapa”

Menulis dan Konsekuensi

Bandung Mawardi
http://www.suaramerdeka.com/

INI cerita tentang sebuah komunitas penulis. Kabut Institut (Pusat Studi Sastra, Filsafat, Agama, dan Kebudayaan) didirikan pada 18 Januari 2006. Komunitas ini mengimani dan mengamini kerja kultural dengan membaca, menulis, dan diskusi.

Kerja awal dilakoni dengan kegandrungan melakukan pembacaan dan penilaian atas sekian esai, puisi, novel, buku, atau risalah untuk mengolah kompetensi intelektual. Continue reading “Menulis dan Konsekuensi”

Fanatisme Novel

Bandung Mawardi
http://www.suarakarya-online.com/

Novel kerap membuat pembaca sanggup membuat ramalan atas jalan cerita dan kemungkinan karakterisasi tokoh untuk dikenali dengan sekian referensi dan pengalaman atas diri manusia. Kebiasaan membaca novel memberi stimulus mengenali manusia dalam taburan tema. Novel dalam sejarah peradaban manusia seperti medium menginsafi diri dalam pilihan menerima dan menolak sesuai dengan patokan realitas atau imajinasi. Novel telah membuat hidup manusia jadi ganjil dan genap mengacu pada kodrat menjadikan diri sebagai makhluk literasi. Continue reading “Fanatisme Novel”

Bahasa ยป