Prosa Rumah: Referensi dan Representasi

Bandung Mawardi
http://www.lampungpost.com/

Rabindranath Tagore dalam novel The Home and The World mengisahkan politik, cinta, nasionalisme, ideologi kelas, dan kolonialisme. Tagore dalam novel itu mengonstruksi rumah dengan pandangan liris dan menegangkan. Rumah menjadi metafor untuk manusia dan negeri India yang merumuskan diri pada awal abad XX dalam kuasa kolonialisme Inggris dan modernitas. Continue reading “Prosa Rumah: Referensi dan Representasi”

Sastra dan Konfrontasi

Bandung Mawardi*
http://www.surabayapost.co.id/

Gambaran seni dan peradaban di Barat memang pelik dan ikut menentukan kondisi kesusastraan dan peradaban di negeri ini. Babak menentukan terjadi pada tahun 1950-an dengan pemunculan risalah kritis dari Soedjatmoko dalam pengantar untuk majalah Konfrontasi (No. 1 Tahun I, Juli-Agustus 1954). Soedjatmoko menulis risalah ?Mengapa Konfrontasi? untuk mewartakan tentang krisis dalam kesusastraan Indonesia modern. Continue reading “Sastra dan Konfrontasi”

Mozaik Peradaban dalam Terjemahan

Bandung Mawardi*
http://www.jawapos.com/

NEGERI ini kerap alpa sejarah atau terlambat menyadari karena malas atau mungkin ketidaksanggupan untuk menulis sejarah sendiri. Pandangan ironis itu tampak pada penerbitan buku setebal bantal ini dengan sajian karangan-karangan dari para sarjana ampuh. Mayoritas 65 karangan dalam buku itu ditulis sarjana asing dengan kompetensi dan keseriusan mereka untuk membaca dan menilai Indonesia secara historis. Buku tersebut mungkin melegakan kehausan sejarah bagi pembaca, tapi juga memberi tanda seru atas kemiskinan intelektual negeri besar ini dengan ratusan juta penduduknya. Continue reading “Mozaik Peradaban dalam Terjemahan”

Ikhtiar “Mengekalkan” Rendra

Judul: Rendra Berpulang (1935-2009)
Editor: Edi Haryono
Penerbit: Burung Merak Press
Cetakan: Pertama, 2009
Tebal: xiv+381 halaman
Peresensi: Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

RENDRA masih menebar sihir atas nama nostalgia dan pewarisan sekian pemikiran kebudayaan. Puisi-puisi Rendra masih jadi medium intim untuk mengenangkan dan mungkin mengekalkan kerja keras penyair dalam membaca dan menulis dunia dengan kata dan makna. Continue reading “Ikhtiar “Mengekalkan” Rendra”

Bahasa ยป