Sastra dan Sihir Modernitas

Bandung Mawardi *
Lampung Post, 27 Mei 2012

PENGARANG memiliki kepekaan dan model ungkap unik dalam memerkarakan hembusan modernitas di negeri sendiri. Pengungkapan kerap mengaitkan dengan representasi-representasi modernitas dalam berbagai bentuk. Pilihan atas bentuk aksentuasi modernitas ditanggapi melalui kalimat-kalimat impresif. Pelacakan melalui kalimat-kalimat ini mirip peziarahan historis untuk mengenali dan menemukan penolakan dan penerimaan suatu negeri terhadap sihir modernitas. Continue reading “Sastra dan Sihir Modernitas”

Manunggaling Ilmu dan Laku

Bandung Mawardi
Kompas, 3 Januari 2oo9

Seorang bocah pribumi telaten dan fasih membaca buku-buku tentang kesusastraan dan keagamaan dalam bahasa Jawa, Melayu, Belanda, Jerman, dan Latin. Bocah ini sanggup melafalkan dengan apik puisi-puisi Virgilius dalam bahasa Latin. Ketelatenan belajar mengantarkan bocah ini menjadi sosok fenomenal dalam tradisi intelektual di Indonesia dan Eropa. Bocah dari Jawa itu dikenal dengan nama Sosrokartono. Continue reading “Manunggaling Ilmu dan Laku”

Cerita Rakyat Tanpa Rakyat?

Bandung Mawardi
Solopos, 11 Des 2oo8

Jawa kerap diungkapkan para ahli sejarah dan ilmu-ilmu sosial dengan perspektif-perspektif ilmiah. Perspektif itu mengacu pada fakta dan penafsiran sesuai dengan prosedur berpikir ilmiah. Pengungkapan sejarah Jawa yang didominasi dengan pendekatan ilmiah yang memperhitungankan validitas sering meminggirkan sumber lain yakni cerita rakyat. Dominasi pemikiran ilmiah membuat cerita rakyat menjadi anak tiri untuk membaca sejarah? Continue reading “Cerita Rakyat Tanpa Rakyat?”

Umar Kayam: Pokok dan Tokoh

Bandung Mawardi
Kedaulatan Rakyat, 24 Mei 2oo9

Umar Kayam (1932 – 2002) adalah pokok dan tokoh dalam sastra, seni, kebudayaan, dan ilmu sosial. Nama ini menjadi bab penting dalam biografi kebudayaan Indonesia. Tokoh ini memang moncer untuk pelbagai hal dan memberi “sihir wacana” untuk publik. Orang berhak membaca dan menilai Umar Kayam karena cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, novelet Sri Sumarah dan Bawuk, novel Para Priyayi, dan novel Jalan Menikung. Continue reading “Umar Kayam: Pokok dan Tokoh”

Bahasa »