Literasi

Berthold Damshauser *
Majalah Tempo, 26 Des 2016

Sebuah kata baru telah lahir dalam tubuh bahasa Indonesia, bernama literasi. Sulit untuk memastikan tahun kelahirannya, juga siapa yang melahirkannya. Sepertinya ia balita, atau—paling sedikit—masih kanak-kanak. Kata ini belum tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online. Di kalangan yang merasa terdidik, kata literasi sangat populer dan diucapkan terus-menerus, tidak hanya oleh kalangan ilmiah, tapi juga oleh mereka yang mengurus perihal kesusastraan, termasuk sastrawan sendiri. Kata itu dilekatkan pada kegiatan akademis dan sastra yang bertemakan—misalnya—”budaya literasi” atau “pesta literasi”. Continue reading “Literasi”

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia

Berthold Damshauser
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ini laporan tentang sebuah diskusi mengenai tema “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia“. Diskusi itu melibatkan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Bonn/Jerman dan dosennya (saya sendiri).

Pada salah satu kuliah bagi mahasiswa tingkat akhir program Master, saya berupaya menanam rasa bangga di hati mahasiswa yang sejak lima tahun dengan tekun dan tabah mempelajari bahasa Indonesia: Continue reading “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia”

Bahasa Pancasila

Berthold Damshäuser *
Majalah Tempo 14 Agustus

Ini sebuah cerita tentang bahasa Indonesia yang digunakan dalam teks Pancasila. Ini terjadi di kelas Bahasa Indonesia, semester dua, Universitas Bonn, Jerman.

Saat di ruang kuliah ketika kami membahas imbuhan ke-an, saya suka menggunakan teks Pancasila sebagai bahan ajar. Mahasiswa mendekati teks Pancasila tanpa terbebani pengetahuan kontekstual tentang „makna“ atau „pesan“ kelima sila itu. Maka mereka berupaya memahami Pancasila secara filologis: memaknakan kata dan kalimat dengan berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan akal sehat. Continue reading “Bahasa Pancasila”

Berthold Damshauser, Seniman Bahasa Pecinta Sastra Indonesia

Benny Benke
suaramerdeka.com

“Kalau kita tidak menguasai bahasa, maka cara berpikir kita menjadi kurang sempurna”.

BERTHOLD Damshauser, pengajar sastra Jerman dan sastra Indonesia modern pada Universitas Bonn, Jerman, tahu betul dengan makna kutipan tersebut. Untuk alasan itulah, editor jurnal sastra di majalah Orientierungen-Zeitschrift zur Kultur Asiens itu sangat menguasai benar bagaimana berbahasa Indonesia dengan baik dan laras. Continue reading “Berthold Damshauser, Seniman Bahasa Pecinta Sastra Indonesia”

Berthold Damshauser: Sastra Indonesia Kurang Dikenal

Berthold Damshauser
Pewawancara: Seno Joko Suyono, Ibnu Rusydi
korantempo.com

Ia menjepit rokok dengan telunjuk dan jempol tangan kanan. Di sela-sela kalimat-kalimat Indonesianya yang lancar, ia mengisap kretek A Mild itu dalam-dalam. Berthold Damshauser, 52 tahun, adalah salah satu ahli sastra Indonesia di Jerman yang tersisa. Sejak 1986, dia menerjemahkan sastra Indonesia ke bahasa Jerman dan sebaliknya. Continue reading “Berthold Damshauser: Sastra Indonesia Kurang Dikenal”

Bahasa »