TEMBANG MACAPAT

Djoko Saryono *

Pada dasarnya sampai pertengahan Abad XIX susastra Jawa tertulis dalam genre puisi, bukan gancaran atau jarwan (prosa fiksi) seperti cerkak. Macapat merupakan salah satu genre atau jenis puisi Jawa selain kakawin, kidung, dan geguritan. Istilah macapat sering dilekati (didahului) dengan istilah tembang sehingga lazim digunakan istilah tembang macapat, yang mencerminkan puisi Jawa bergenre tembang macapat dihajatkan untuk dilisankan dan dilagukan atau dinyanyikan karena tembang bisa bermakna puisi dan lagu. Continue reading “TEMBANG MACAPAT”

PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM

Djoko Saryono *

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki universalitas dan aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM”

Bahasa »