Djoko Saryono *
Dalam pandangan manusia Jawa, keindahan dan keelokan bukan hanya sesuatu yang sudah jadi, melainkan juga sesuatu yang mengada dan menjadi. Meminjam istilah Erich Fromm, keindahan dan keelokan itu bukan hanya sesuatu yang being, tetapi juga sesuatu yang to be dan to become. Keindahan dan keelokan mengada dan menjadi jika – menurut seorang ahli sastra Jawa Tanojo – terjadi jumbuhing rasa lan kang dirasakake dan atau – menurut seorang penulis sastra Dwidjosumarto – terjadi manunggaling suraos lan wangun. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)”

