KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)

Djoko Saryono *

Dalam pandangan manusia Jawa, keindahan dan keelokan bukan hanya sesuatu yang sudah jadi, melainkan juga sesuatu yang mengada dan men­jadi. Me­minjam istilah Erich Fromm, keindahan dan keelokan itu bukan hanya sesuatu yang being, tetapi juga sesuatu yang to be dan to become. Keindah­an dan keelokan mengada dan menjadi jika – menurut seorang ahli sastra Jawa Tanojo – ter­jadi jumbuh­ing rasa lan kang dirasakake dan atau – menurut seorang penulis sastra Dwidjosu­marto – terjadi manunggaling suraos lan wangun. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)”

KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (1)

Djoko Saryono *

Estetika bisa kita hampiri secara kolektif dan individual. Penghampiran kolektif tentu saja menfokuskan dan mencandra aspek, dimensi, dan ciri-ciri umum atau generik objek dan gejala estetika. Personalitas, otonomi, dan subjektivitas orang per orang tidak dinomorsatukan atau diutamakan. Sebaliknya, penghampiran individual menekankan dan memerikan aspek, dimensi, dan ciri-ciri khusus atau partikular objek dan gejala estetika. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (1)”

Mengenal Sepak Terjang Panji Surengrana, Bupati Lamongan (1707-1723?) II

Yoks Kalachakra *

Perang Campuh KartaSura dan SuraBaya

Setelah penyerangan ke beberapa wilayah Kabupaten dilakukan oleh Panji Surengrana dan Panji kertayudha. Gresik, Sedayu, Tuban, Jipang, Japanan, Kediri hingga wirasaba sudah di kuasai oleh keduanya. Maka keraton Kartasura dan VOC bereaksi keras atas langkah makar Adipati Surabaya Arya Jaya Puspita bersama adik-adiknya, Panji Surengrana (Tumenggung Lamongan) dan Panji Kertayudha. Continue reading “Mengenal Sepak Terjang Panji Surengrana, Bupati Lamongan (1707-1723?) II”

NYAI PUTHUT, PERMAINAN NINI THOWOK KHAS MALANG

Mashuri *

Permainan Nini Thowok mashur sebagai permainan rakyat yang melibatkan kekuatan magis. Mirip-mirip jailangkung, tetapi lebih njawani. Konon, asal muasalnya dari kawasan pinggiran di negerigung Yogyakarta dan Surakarta. Namun, ternyata Malang memiliki permainan serupa dengan Nini Thowok, yang menggunakan media boneka dengan melibatkan ‘dunia lain’. Masyarakat Ngalam, eh Malang, tempo doeloe menyebutnya dengan permainan Nyai Puthut. Continue reading “NYAI PUTHUT, PERMAINAN NINI THOWOK KHAS MALANG”

Bahasa »