Invasi Budaya dalam Mitologi Etnik

Riki Dhamparan Putra*
http://oase.kompas.com/

Bangsa Minangkabau di Sumatera bagian tengah dan suku bangsa Lamaholot di Adonara, Flores Timur, termasuk di antara suku bangsa yang mempunyai warisan peninggalan fisik zaman megalitik. Namun, dalam perkembangannya, kedua bangsa ini menjadi rumpun budaya yang berbeda, baik secara genetis, geografis, bahasa, maupun kepercayaan dan adat istiadatnya. Continue reading “Invasi Budaya dalam Mitologi Etnik”

ABSTRAKSI TABULA RASA BUDAYA

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Manusia yang benar-benar sempurna, bebas secara definitif dan sempurna puas dengan dirinya yang sebenarnya, manusia disempurnakan dan dilengkapi dengan kepuasan ini, akan menjadi Budak yang telah ?mengatasi? Perbudakannya. Jika penguasa malas adalah kebuntuan, maka Perbudakan yang giat bekerja, sebaliknya merupakan sumber dari seluruh kemajuan manusiawi, sosial dan histori. Sejarah ialah sejarah Budak yang bekerja. (Alexander Koje?ve, dikutip Fukuyama).

Di sini tidak menyebut budaya menurut para tokoh, sebab telah diterangkan para pendahulu literer. Yang ditekankan memasuki jarak penikmat demi mengamankan referensi duga-ingatan sebelumnya. Kebudayaan ialah kesadaran hidup dan kelangsungannya, gerak mewujudkan tradisi sebagai akarnya. Continue reading “ABSTRAKSI TABULA RASA BUDAYA”

MEREKONSTRUKSI (? x – = +) DALAM KORUPSI

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Alhamdulillah diberi sempat meluruskan permasalahan ini, kepada kejiwaan bathin menggebu menunjukkan sikap seimbang di jalan lurus menentukan pilihan. Ruh yang Tuhan rahasiakan kecuali sedikit bisa dikenali, hanya sekulit luar kupasan bawang putih adanya materi, sebagai kehalusan budhi pekerti insan mengamati arti kelembutan.

Kali ini kudedah keberadaan realitas ketaksadaran, sebab realitas kesadaran tentu anda cukup mengolah bahan termiliki. Ini dimunculkan demi mawas bercermin, atas kesalahan tak terkira sanggup gagalkan pemahaman, lebih parah melahirkan tragedi. Karenanya izinkan menguliti buah pengantar jarak yang ditempuh pemahaman logis serta rasa untuk menggapai akarnya. Continue reading “MEREKONSTRUKSI (? x – = +) DALAM KORUPSI”

Visi Kebudayaan Capres

Indra Tranggono*
http://www.kr.co.id/

MESKIPUN sering mengaku menjunjung tinggi kebudayaan, bangsa kita belum menjadikan kebudayaan sebagai basis pembangunan. Pendekatan yang dipakai cenderung parsial: politik dan ekonomi yang kurang mempertimbangkan asas demokrasi, keadilan dan pemerataan.

Politik menjadi primadona pada era kekuasaan Orde Lama Soekarno. Atas nama “revolusi belum selesai” dan character building, Soekarno menggunakan politik sebagai panglima. Continue reading “Visi Kebudayaan Capres”