PERIBAHASA DAN BUDI-PEKERTI BANGSA

Iman Budhi Santosa
Jurnal Kebudayaan The Sandour

Dalam sebuah sinetron yang ditayangkan stasiun teve swasta (8/12/05), terdapat adegan di mana tokoh utamanya (seorang direktur perusahaan) sedang bertengkar dengan isterinya, karena ia ingin membantu usaha adiknya yang hampir bangkrut. Hal itu dimaksudkan sebagai balas jasa, karena dulu dirinya juga pernah dibantu ketika perusahaannya sedang mengalami masalah. Untuk memperkuat argumentasinya, ia mengutip peribahasa “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Sang isteri yang tetap tak menyetujui rencana itu tiba-tiba menyergah dengan sengit. Baca selengkapnya “PERIBAHASA DAN BUDI-PEKERTI BANGSA”

Runtuhnya Kerajaan Daha atas cikal bakal Dinasti Majapahit

(menujum sedari tahun 1144 Saka, atas sepenggal Serat Pararaton Ken Arok, yang diguratkan Dokter J. Brandes, Mangkudimedja)
Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=644

Saya dengar di Daha sebentar lagi diselenggarakan pesta? Seorang jangga muda bertanya pada resi. Ya, sang Prabu Dandanggendis akan menggelar hajatan. Beliau mengundang seluruh pandeta, resi dan pujangga dari pelosok negri jajahannya. Daha (Ndoho, kini sebuah wilayah kecil saja di kabupaten Kediri). Baca selengkapnya “Runtuhnya Kerajaan Daha atas cikal bakal Dinasti Majapahit”