KEARIFAN LOKAL VIS A VIS KAPITALISME

Aprinus Salam *

Hingga hari ini kita masih menghidupkan secara sistematis apa yang disebut kearifan lokal. Kita menyeminarkannya, menerbitkan buku, menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan dan atas nama kearifan lokal, seperti permainan dan seni tradisional, berbagai karnaval yang mengandung nilai dan filosofi lokal, dan sebagainya. Persoalannya, apa yang terjadi di balik revitalisasi kearifan lokal, sementara kapitalisme dengan banal terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading “KEARIFAN LOKAL VIS A VIS KAPITALISME”

MASYARAKAT DAN/ATAU LEMBAGA ADAT: DALAM PUSARAN MODERNISASI

Aprinus Salam *

Kekuatan terbesar di dunia saat ini adalah pusaran dan arus modernisasi (modernisme) dan kapitalisme. Kekuatan modernisasi, dengan dukungan kapitalisme, adalah “menyeragamkan masyarakat dunia” untuk menjadi modern. Indonesia tidak terlepas dari situasi itu, dan juga ikut-ikutan menjadi modern dan kapitalis. Memasuki ujung abad ke-19, dan terutama pada abad ke-20, Indonesia, dan elemen kebangsaan dan kemasyarakatan, terlibat dalam arus besar tersebut. Continue reading “MASYARAKAT DAN/ATAU LEMBAGA ADAT: DALAM PUSARAN MODERNISASI”

KETIDAKRELEVAN KEARIFAN LOKAL MENUJU KEARIFAN NASIONAL DAN GLOBAL

Aprinus Salam *

Pembicaraan tentang apa itu kearifan lokal, peran dan fungsinya, sudah sering dilakukan. Biasanya kearifan lokal secara normatif dipahami sebagai satu sistem dan mekanisme nilai-nilai leluhur masyarakat lokal-lokal tertentu yang telah teruji kemuliaannya. Biasanya kearifan lokal terpelihara dalam tradisi, seni dan ritual-ritual, cerita rakyat, berbagai peribahasa, dan berbagai kebiasaan yang masih dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading “KETIDAKRELEVAN KEARIFAN LOKAL MENUJU KEARIFAN NASIONAL DAN GLOBAL”

MERABA FALSAFAH JAWA

Djoko Saryono *

Falsafah dalam lakon-lakon atau cerita wayang Jawa bertumpu pada rasa (rasa sejati) yang dipercayai di dalamnya sudah terkandung akal budi. Pasalnya, falsafah Jawa dalam wayang Jawa lebih condong sebagai panduan praksis hidup [phylosophy of being] daripada sebagai olah nalar yang intelektual semata-mata [phylosophy of doing]. Falsafah Jawa sebagai filsafat Timur memang mau menawarkan jalan mencapai tujuan hidup manusia: jalan keselamatan dan kesempurnaan manusia, bukan menjawab persoalan-persoalan teknologis di dalam masyarakat modern. Continue reading “MERABA FALSAFAH JAWA”

Bahasa »