REALITAS-FIKSIONAL OLENKA *

Maman S. Mahayana **

Syahdan, menurut para pandita sastra, sastra kerap dirubung ketegangan antara tradisi dan inovasi, antara konvensi dan eksperimentasi. Tarik-menarik dua kekuatan itulah yang menjadikan sastra dan dalam pengertian yang lebih luas, kesenian, kebudayaan, menggelinding menghancurkan sakralitas tradisi, sehingga menghasilkan karya-karya inovatif. Ketegangan itu pula yang memaksa terjadinya tabrakan yang lalu melahirkan karya-karya eksperimental. Continue reading “REALITAS-FIKSIONAL OLENKA *”

Budi Darma dan Kritik Sastra Modern

Restoe Prawironegoro Ibrahim
lampungpost.com

Hingga sekarang ini, kritik sastra Indonesia masih banyak menerima dampratan. Baik dari para kritisi sendiri maupun budayawan. Dan dampratan itu selalu menonjolkan, meskipun dengan segala argumentasi yang kadang masih harus di pertanggungjawabkan kebenarannya.

YA, itulah kondisi sastra Indonesia. Tak ubahnya seperti kata orang; “Sastra merupakan dunia jungkir balik”, demikian yang tertulis dalam buku Solilokui, karya Budi Darma. Continue reading “Budi Darma dan Kritik Sastra Modern”

Kerusuhan Mei 1998 di Mata Seno

Budi Darma
majalah.tempointeraktif.com

IBLIS TIDAK PERNAH MATI
Kumpulan cerpen Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Yayasan Galang, Yogyakarta, 1999

Bahwasanya Seno Gumira Ajidarma pengarang cerpen, dan rata-rata cerpennya enak dibaca, kita semua tahu. Maka, berhadapan dengan Iblis Tidak Pernah Mati, kumpulan cerpen terbaru Seno, kita bisa menduga bahwa kumpulan ini juga enak dibaca. Apalagi, tentunya, sebagian kita pernah membaca beberapa cerpen dalam kumpulan ini, karena semua cerpen sebelumnya pernah dimuat di berbagai media. Continue reading “Kerusuhan Mei 1998 di Mata Seno”

Budi Darma dan Kota

Imam Muhtarom *
cetak.kompas.com

Seringkali yang terabaikan dalam membaca karya-karya Budi Darma adalah kaitan antara tokoh-tokoh yang terkenal dengan karakternya yang aneh dengan latar kota baik dalam arti latar fisik maupun latar sosial. Tokoh-tokoh macam Joshua Karabish, Ny Elberhart, Fanton Drummond, Olenka, Rafilus, dan Ny Talis, hanya dilihat sebatas bagaimana tokoh-tokoh tersebut tampak secara psikologis. Sekalipun cara ini memang dimungkinkan secara tekstual, namun untuk melihat bagaimana tokoh-tokoh dalam karya Budi Darma mewujud tidak bisa dilepaskan dari proses sosial yang memungkinkan tokoh-tokoh memiliki perwatakan yang aneh, pahit, kurang ajar, jauh dari norma sosial yang ideal. Continue reading “Budi Darma dan Kota”

Kode Etik Koruptor

Budi Darma *
hariansumutpos.com

DULU ada kecenderungan, profesi dan pendidikan itu sejalan. Karena itu, seseorang bisa menjadi pengacara karena mendapatkan pendidikan hukum. Dengan demikian, jangan heran kalau dulu ada ungkapan “by training and by profession” karena pekerjaan seseorang tidak jauh amat dari pendidikannya.

Namun, karena perkembangan zaman, seorang dokter bisa menjadi politikus, seorang sarjana sastra bisa menjadi diplomat, dan seorang psikolog bisa menjadi pegawai bank yang tidak ada hubungannya dengan psikologi. Continue reading “Kode Etik Koruptor”

Bahasa ยป