Candra Malik *
Wahai jiwa yang tenang,
selamat pulang
ke haribaan Tuhanmu
Yang Maha Penyayang.
Bergabung bersama
hamba-hamba-Nya yang disayang
masuk ke surga-Nya yang lapang.
(A. Mustofa Bisri) Continue reading “Mbah Moen dalam Antologi Puisi”
Candra Malik *
Wahai jiwa yang tenang,
selamat pulang
ke haribaan Tuhanmu
Yang Maha Penyayang.
Bergabung bersama
hamba-hamba-Nya yang disayang
masuk ke surga-Nya yang lapang.
(A. Mustofa Bisri) Continue reading “Mbah Moen dalam Antologi Puisi”
Candra Malik
http://entertainmen.suaramerdeka.com/
ANGIN malam membangunkan bulu-bulu jagungmu, menyelinap ke balik rambut ikalku, memaksa kita bersidekap. Setelah asap terakhir menguap ke angkasa, tak ada lagi sigaret tersisa.
Tapi, kau tak kehabisan tawa. Masih ada senyum di bibirmu yang retak. Kau menghalau galau dengan sendau-gurau. Mulutmu nganga meniupkan sisa napas ke udara, menantang hawa dingin dengan suhu tubuhmu yang diserang demam. Continue reading “Membaca Tubuhmu”