Suatu Siang di Seminari

Seno Joko Suyono, Anton Septian, Lucia Idayani
TEMPO Edisi 29/XXXVI/10 – 16 Sep 2007

”… Aku duduk di pinggir ranjang, berpura-pura membaca majalah, padahal sebenarnya aku mengamati ibu sewaktu ia menutupi payudaranya yang melorot dengan kutang lepek warna kulit yang dibelinya di pasar buah. Celana dalamnya yang telah menguning dimakan usia menampakkan sebaris karet elastis di bagian pinggangnya yang kendor….” Continue reading “Suatu Siang di Seminari”

Setelah Sang Naga Bebas Menari

Yusi A. Pareanom, Setiyardi, Levi Silalahi, Andari Karina Anom, Fitri, Wahyu Dhyatmika
tempo.co.id

Seputar Tahun Baru Imlek pekan lalu, budaya Cina menjadi item atraktif. Stasiun-stasiun televisi tak mau kalah berlomba menyuguhkan acara yang memiliki unsur kecinaan. Sebuah film baru berjudul Ca Bau kan, yang diangkat dari novel Remy Sylado yang mengangkat budaya Cina, ikut meluncur memanfaatkan momentum ini. Iklim kebebasan yang dimulai pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid jadi faktor utama kemeriahan ini. Continue reading “Setelah Sang Naga Bebas Menari”

Budaya Peranakan di Pusat Perbelanjaan

Iwan Santosa
http://nasional.kompas.com/

Kebaya encim, gambang kromong dengan joget (ngibing), hingga busana pengantin Tionghoa Tangerang menjadi pemandangan baru di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Tangerang dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah serbuan barang buatan Tiongkok, menjelang Imlek di pusat perbelanjaan, sejumlah pengelola pusat perbelanjaan berusaha menampilkan kebudayaan Tionghoa yang ”asli” Indonesia atau budaya Peranakan. Continue reading “Budaya Peranakan di Pusat Perbelanjaan”

Bahasa »