Sajak di Kampung dan Kafe-kafe

Tulus Wijanarko, Olivia Kristina Sinaga, Syaiful Amin, Faidil Akbar
majalah.tempointeraktif.com

SUATU hari pada tahun 2000. Di sebuah warung Internet di Depok, Gratiagusti Chananya Rompas duduk mencangkung di depan komputer. Tangannya memencet-mencet papan tombol, mengisi kolom-kolom pada tampil-an Yahoogroups. Anya, begitu ia biasa dipanggil, be-lum lama kenal Internet. Tetapi ia tahu, di ranah maya ini bisa terbentuk ruang diskusi. Ia memilih Bunga Matahari sebagai nama milis. Continue reading “Sajak di Kampung dan Kafe-kafe”

Gola Gong & Tias Tatanka, Bentuk Rumah Dunia agar bisa “Genggam Dunia”

Gola Gong, Tias Tatanka
Tabloidnova.com

Kecintaan pada buku dan cita-cita mempopulerkan budaya baca tulis di Banten, membuat pasangan suami-istri ini membangun Rumah Dunia. Di sana merupakan sebuah pusat belajar dengan segudang kegiatan dan sarana. Anak-anak maupun orang dewasa boleh menimba ilmu tanpa dipungut bayaran. Continue reading “Gola Gong & Tias Tatanka, Bentuk Rumah Dunia agar bisa “Genggam Dunia””

Sastrawan Santri Menatap Realitas Nusantara

A Khoirul Anam
nu.or.id

Bebeberapa kelompok Islam semakin tidak antusias terhadap khasanah dan realitas Nusantara. Mereka seperti orang asing di negeri sendiri. Entah mulai kapan ini bermula. Padahal para penyebar Islam dikenal sangat dekat-hati dengan negeri ini. Kita bisa saja berkata, semua itu karena mereka semakin jauh dari dunia sastra, sastra pesantren. Continue reading “Sastrawan Santri Menatap Realitas Nusantara”

Merawitkan Naskah, Membaca Sejarah

Bre Redana, Ardus M Sawega
Kompas, 22 Maret 2009

”BU Nancy, tamunipun sampun rawuh…” begitu kata petugas resepsionis hotel di Solo melalui telepon kepada tamunya, Nancy K Florida, yang menginap di situ. Nancy, Indonesianis dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, peneliti naskah-naskah kuna Jawa, fasih dan suka berbahasa Jawa halus dalam pergaulan sehari-hari di Solo. Kehalusan bahasanya kontras tajam dengan cara pandangnya tentang kebudayaan Jawa, berikut gempurannya terhadap sarjana-sarjana, baik Belanda maupun Indonesia, dengan filologi yang dikecamnya keras. Continue reading “Merawitkan Naskah, Membaca Sejarah”

Mimpi Mbah Udju, Pustakawan Kampung

Her Suganda *
Kompas, 27 Maret 2009

IBARAT batu karang, Djudju Djunaedi atau Mbah Udju, selama 20 tahun lebih tak pernah surut dari mimpinya. Setiap hari sepulang bekerja di Perkebunan Karet Gunung Hejo, PT Perkebunan Nusantara VIII, ia berkeliling kampung-kampung di Kecamatan Darangdan, Purwakarta, dengan berjalan kaki. Dengan sabar ia menyambangi penduduk desa, menawarkan jasa meminjamkan buku dan majalah dari rumah ke rumah. Continue reading “Mimpi Mbah Udju, Pustakawan Kampung”

Bahasa »