AKADEMI JAKARTA, Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan

Susianna
suarakarya-online.com

Akademi Jakarta (AJ) kembali memberikan penghargaan kepada seniman setelah melalui argumentasi dewan juri yang terdiri dari Remy Sylado, Alfons Taryadi, Enin Supriyanto, Iman Soleh dan Karlina Supelli. Penghargaan untuk yang ke-8 kali tahun ini menetapkan Sutardji Calzoum Bachri sebagai penerimanya. Penghargaan pertama yang waktu itu berupa Hadiah Seni diberikan kepada drawawan WS Rendra AJ (1975). Continue reading “AKADEMI JAKARTA, Sutardji Calzoum Bachri Pantas Dapat Penghargaan”

Kepahlawanan Karl May

Mila Novita
Sinar Harapan, 4 April 2009

Seorang siswa SMU di Surabaya membaca novel setebal 600 halaman dalam satu malam. Sebagian dari kita mungkin terkagum-kagum. Namun, jika mengetahui novel itu adalah Winnetou, empat karya terakhir Karl May, kita menjadi maklum.

Novel yang berisi petualangan seorang laki-laki Jerman yang dikenal sebagai Old Shatterland dengan sahabat Indiannya, Winnetou, itu membuat pembacanya, termasuk remaja, tidak terhenti membaca di tengah jalan. Continue reading “Kepahlawanan Karl May”

Fitri Yani: Hidup Artistik dengan Seni

Ni’matus Shaumi
teknokraunila, 15 Nov 2008

IA kini jadi salah satu penyair muda Lampung yang cukup disegani. Kecintaan Fitri Yani kepada puisi membuatnya berkomitmen akan terus berkarya sampai kapan pun. Karena baginya hidup dengan kesenian adalah hidup yang artistik.

Perkenalannya dengan puisi dan sastra dimulai sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kala itu ia suka membaca pantun dan puisi yang ada dibuku- buku pelajaran Bahasa Indonesia. Sejak itu ia mulai tertarik dengan puisi dan sastra. Fitri mulai suka menulis puisi. Apalagi guru Bahasa Indonesianya kerap memberi tugas untuk membuat puisi dan mengarang. Puisi-puisinya pun sering menghiasi majalah dinding sekolahnya. Continue reading “Fitri Yani: Hidup Artistik dengan Seni”

Agar Kita tidak Minder

Budiman S. Hartoyo
majalah.tempointeraktif.com

SEBUAH acara sederhana — tapi cukup penting sebagai usaha memperkenalkan wajah manusia Indonesia — Kamis pekan lalu berlangsung di rumah Adilla dan Soewarno di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Malam itu diperkenalkan terbitnya kumpulan puisi penyair Sapardi Djoko Damono yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh John H. McGlynn, dengan judul Suddenly the Night. Malam itu juga diperkenalkan berdirinya Yayasan Lontar — penerbit kumpulan puisi itu — yang dibentuk beberapa budayawan pada hari Sumpah Pemuda tahun lalu. Continue reading “Agar Kita tidak Minder”

Bahasa »