Pentas Teater Tiga Kota Riau Beraksi

: Bengak di Atas Kebohongan Bengak

Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 1 Jan 2012

TAK cukup dengan kata-kata, mungkin juga kesan untung-untung sebagai perenungan tentang bagaimana bengak alias bohong begitu mewabah dalam kehidupan berbangsa akhir-akhir ini, kelompok teater Riau Beraksi, memberikan masker kepada penonton dalam lakon yang mereka tampilkan Sabtu dan Ahad (17-18/12). Di bawah tajuk Bengak, penutup mulut dan hidung itu, justeru dibagikan begitu memasuki tempat pertunjukan, Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru. Continue reading “Pentas Teater Tiga Kota Riau Beraksi”

Mencintai Puisi dengan Cara Masing-masing

Putu Fajar Arcana
Kompas, 14 Des 2009

Presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, bilang, teater, tari, musik, animasi, dan video berperan sebagai kaca pembesar, yang memperlihatkan hal-hal tersembunyi dari puisi. Puisi-puisi penyair Asrizal Nur ditulis dengan bahasa langsung, tidak rumit, sederhana, dan komunikatif. ”Tetapi itu bukan tanpa risiko,” kata Sutardji. Continue reading “Mencintai Puisi dengan Cara Masing-masing”

Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?

Chairil Gibran Ramadhan *
Riau Pos, 2 Des 2012

Sekitar tahun 1994, sepulang dari belajar fotografi di Prancis, Yudhi Soerjoatmodjo mengadakan pameran esai foto bertajuk ‘’Paris Metro’’ di Galeri Cipta Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta (waktu itu belum ada Galeri Cipta I dan Galeri Cipta II). Wartawan Majalah Tempo ini kemudian diajak bergabung oleh pihak Institut Kesenian Jakarta untuk membagi ilmu ‘esai foto’ yang saat itu baru dikenal di Indonesia. Continue reading “Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?”

Kisah Mimpi Anak-anak dalam Ingin Bertemu Peri

Musa Ismail *
Riau Pos, 6 Jan 2013

Ulam Kata

Sastra merupakan seni tanpa batas. Semua cakupannya mampu melampaui segala aspek kehidupan, baik ditinjau dari unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsiknya. Karena itu, tak berlebihan jika saya mengatakan bahwa sastra ibarat induk seni. Tak salah juga kalau Taufik Ikram Jamil menegaskan bahwa sastra merupakan rajawali seni. Melalui sastra, semua orang bisa mengeksplorasi kehidupan yang mampu mengungkapkan etika, logika dan estetika. Eksplorasi ini juga tak terbatas, termasuk di dunia anak-anak. Continue reading “Kisah Mimpi Anak-anak dalam Ingin Bertemu Peri”

Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul

Taufik Ikram Jamil *
Riau Pos, 18 Des 2011

SUARA gambus, berjalin dengan akordion, marwas, dan bebano, yang melantunkan nada zapin, terdengar lincah di bawah cahaya temaram. Tak seberapa lama kemudian, dua remaja —beranting-anting dan bercelana ketat sampai ke lutut dengan kemeja yang molor pula— muncul dari arah berlawanan. Saling lambai dan senyum, mereka kemudian membuat gerak-gerak patah di kaki maupun tangan yang oleh “anak gaul” kini disebut dengan modern dance, seperti menyambut suara dari alat musik tradisional Melayu itu. Continue reading “Pentas Musik “Blacan Aromatic”: Ketika Gambus Mengiringi Tari Gaul”

Bahasa »