Puisi “Kepada Tirani Dunia” Mengobarkan Revolusi Arab

Ragile
http://www.kompasiana.com/ragile

Gemar bersyair-ria sejak jaman batu orang Arab merasa tak lengkap bila tak mengiringi jerit revolusi 2011 dengan sebuah puisi. Kali ini sebuah puisi patriotik karya penyair Tunisia bernama Abu Al-Qasim Al-Shabbi (1909-1934). Sebuah puisi bertenaga layaknya karya-karya penyair legendaris Indonesia Chairil Anwar dan WS Rendra. Aslinya berjudul “Ala thoghut al alam” (Kepada Tirani Dunia), dikumandangkan di jalan-jalan oleh demonstran bersama kobaran api Revolusi Arab 2011 di Tunisia dan Mesir. Berisi sindiran kepada penguasa lalim dan ancaman untuk menenggelamkan mereka. Continue reading “Puisi “Kepada Tirani Dunia” Mengobarkan Revolusi Arab”

Masyarakat Gagap Aksara

Welly Adi Tirta
http://www.lampungpost.com/

Mungkin tidak banyak yang mengetahui kalau tanggal 8 September yang lalu adalah Hari Aksara. Hari itu dimaksudkan untuk menggelorakan minat membaca di masyarakat. Namun, dari beragam data dan fakta, minat masyarakat kita untuk membaca memang rendah. Hal ini tentu saja diakibatkan oleh daya beli masyarakat terhadap buku yang rendah. Membeli buku masih merupakah aktivitas yang “mewah”. Continue reading “Masyarakat Gagap Aksara”

Media dan Jurnalisme Warga

Selvi Diana Meilinda
http://www.lampungpost.com/

Baru-baru ini saya langsung didatangi pimpinan cabang sebuah bank BUMN ternama di Indonesia beserta pihak terkait lainnya. Mereka datang untuk mengucapkan permohonan maaf sekaligur terima kasih atas reportase pelayanannya yang saya tulis di blog Kompasiana. Reportase itu sama sekali tidak saya rencanakan, hanya kebetulan kejadian berlangsung dan saya ada di tempat kejadian. Continue reading “Media dan Jurnalisme Warga”

Seni Tradisi di Ibukota: Banyak Penggiat Miskin Peminat

Reini Dwinanda
Republika, 27 Mei 2007

Tantangannya adalah meracik seni trasisi menjadi menarik bagi generasi muda.

Ibarat sepiring gado-gado, Jakarta menampung warganya yang campur aduk latar belakang budayanya. Pendatang –entah dari berbagai penjuru Indonesia atau negara lain– dan tentunya juga orang Betawi asli, memadati Jakarta. Continue reading “Seni Tradisi di Ibukota: Banyak Penggiat Miskin Peminat”

Aksi Panggung para Penyair Nusantara

Ahmadun Yosi Herfanda
Republika, 10 Juni 2007

ADA yang mengaum, ada yang beteriak, ada yang merintih, ada yang membanting kursi, ada yang berdendang, ada yang membawa jaelangkung, ada yang cool-cool saja. Begitulah aksi panggung para ‘penyair Nusantara’ dalam perhelatan Pesta Penyair Indonesia, Sempena The 1st Medan International Poetry Gathering, di Medan, 25-28 Mei 2007 lalu. Continue reading “Aksi Panggung para Penyair Nusantara”

Bahasa »