Mencandu Kho Ping Hoo

Sapto Pradityo
ruangbaca.com

Pembelaan Kho Ping Hoo terhadap orang-orang miskin disampaikan secara eksplisit.

Saya mengenal cerita silat Asmaraman S. Kho Ping Hoo pertama kali waktu kelas satu sekolah menengah pertama. Seorang kakak meminjam dari kios penyewaan buku. Saya ingat betul judulnya Jodoh Si Mata Keranjang. Tokoh utamanya, Tang Hay alias Hay Hay atau Si Pendekar Mata Keranjang. Alkisah, Tang Hay adalah anak haram, buah dari perkosaan yang dilakukan jai hwa cat alias penjahat pemetik bunga, Si Kumbang Merah. Continue reading “Mencandu Kho Ping Hoo”

Syair Sang Pejabat

Retno Sulistyowati
http://www.tempointeraktif.com/

Gerrr! Kesunyian robek di gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam lalu. Bukan dagelan ketoprak atau banyolan pelawak yang menjadi penyebab, melainkan pembacaan sajak. Bait-bait puisi yang dilafalkan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail mengocok perut penonton.

Puisi Nurmahmudi sederhana sebenarnya. Bahkan puisi itu mirip laporan pertanggungjawaban kepada dewan perwakilan rakyat daerah. Teknik membacanya pun sangat biasa, tidak ekspresif, malah cenderung monoton. Toh, isinya mengundang tawa. Continue reading “Syair Sang Pejabat”

Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo

Isyana Artharini
Media Indonesia, 6 Mei 2007

PADA perayaan ulang tahun ke-65, Dawam Rahardjo keluar dari ruang kesepiannya setelah teman-teman lama menjauhinya. Mengenakan peci hitam dan setelan jas abu-abu, ia menyambangi teman-teman barunya.

Ulang tahun Dawam dirayakan bersamaan dengan peluncuran buku berjudul Demi Toleransi, Demi Pluralisme, di aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (4/5) malam. Continue reading “Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo”

Gerilya Khusyuk Pengabdi Sastra

Zaki Zubaidi
seputar-indonesia.com

Sejak tahun 2009 diskusi sastra di Galeri Surabaya Jalan Pemuda mulai menggeliat lagi. Setiap bulan sekali para sastrawan muda berkumpul dalam acara Halte Sastra.

Menggelar kegiatan rutin nirlaba semacam ini butuh kekhusyukan tak berujung. Ribut Wijoto, sebagai koordinator pelaksana Halte Sasta telah melakoninya. Baginya hal itu merupakan bentuk pengabdian dari seorang penyair yang gagal. Berikut wawancara Harian SINDO dengan Ribut Wijoto. Continue reading “Gerilya Khusyuk Pengabdi Sastra”

Bahasa »