Cerpen Pilihan Kompas: Dodolitdodolitdodolibret Cerpen Terbaik

Pepih Nugraha
Kompas 27 Juni 2011

“Dodolitdodolitdodolibret” karya Seno Gumira Ajidarma terpilih sebagai cerita pendek (cerpen) terbaik Kompas 2010 yang diumumkan pada penganugerahan Penghargaan Cerpen Kompas 2011 di Bentara Budaya Jakarta, Senin (27/06/2011) malam. “Dodolitdodolitdodolibret” menyisihkan 17 cerpen lainnya yang dipilih dari 52 cerpen sepanjang tahun 2010. Continue reading “Cerpen Pilihan Kompas: Dodolitdodolitdodolibret Cerpen Terbaik”

Oase Estetik di Tengah Modernitas: Sebuah Spirit Festival Kampung Cempluk 2011

Denny Mizhar *

Kampung, dengan adanya modernitas yang salah satunya ditandai dengan pembangunan membuatnya terpinggirkan. Lahan-lahan pertanian yang dijadikan mata pencaharian masyarakat kampung berubah menjadi perumahan mewah , rumah toko bahkan mall. Begitu pula dengan semangat gotong royong menjadi terkikis dengan sifat individualis masyarakat modern. Kesenian tradisional yang menjadi spirtualitas ekpresi masyarakat pun sudah jarang ditemui karena media-media yang lahir dari modernitas bermunculkan yang menawarkan kesenangan sesaat dan populer. Continue reading “Oase Estetik di Tengah Modernitas: Sebuah Spirit Festival Kampung Cempluk 2011”

Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi

Ditulis ulang: Leila S. Chudori
tempointeraktif.com

Dalam usia 70 tahun pekan lalu, wartawan sejak sebelum perang ini mengenang banyak hal. Dari “zaman keemasan pers Indonesia”, hubungannya dengan Bung Karno, sampai bagaimana menjaga semangat dalam sel penjara.

Dialah wartawan Indonesia yang banyak memperoleh penghargaan internasional. Antara lain Hadiah Ramon Magsaysay dari Filipina, dan Pena Emas dari Federasi Pemimpin Redaksi Sedunia. Sastrawan yang juga banyak meraih hadiah ini, yang mendirikan majalah sastra Horison, dan salah seorang anggota Akademi Jakarta ini bertutur tentang semua itu kepada Leila S. Chudori. Continue reading “Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi”

Kidung, Pencapaian Khas Majapahit dalam Sastra

Yurnaldi
http://ramadhan.kompas.com/

Di zaman Kerajaan Majapahit karya sastra yang digubah para pujangga-agamawan berkembang dengan semarak. Beberapa karya sastra penting yang disusun zaman itu adalah Nagarakrtagama, Arjunawijaya, dan Sutasoma.

Ada juga Pararaton, yang digubah dalam zaman yang lebih kemudian, tapi masih mengacu kepada kemegahan Majapahit. Namun, bentuk pencapaian yang khas Majapahit dalam bidang karya sastra adalah gubahan kidung. Continue reading “Kidung, Pencapaian Khas Majapahit dalam Sastra”

Bahasa ยป