Perlawanan Kaum Santri, 25 Februari 1944

Nina Herlina Lubis
http://pr.qiandra.net.id/

“I have nothing to offer but blood, toil, tears, and sweat.” Itulah “kata-kata bersejarah” yang diucapkan Winston Churchill pada tanggal 13 Mei 1940, tiga hari setelah dia diangkat menjadi perdana menteri Inggris. Kata-kata itu ternyata memberi spirit yang luar biasa kepada para pejuang Inggris untuk memenangkan Perang Dunia ke-2. Continue reading “Perlawanan Kaum Santri, 25 Februari 1944”

Budaya Komunikasi Tabung Hijau

Arswendo Atmowiloto
lampungpost.com

“to whom I must speak today..”

Walt Whitman, penyair

Ketika seorang penyiar radio bertanya: apakah program konversi minyak tanah ke elpiji bisa dikatakan berhasil—atau belum, saya maklum bahwa jawabannya bukan sekadar “sudah” atau “belum”, melainkan on going, masih harus berkelanjutan. Masalah konversi, perubahan dari suatu sitem ke sistem yang lain, si tabung hijau— Continue reading “Budaya Komunikasi Tabung Hijau”

TEOLOGI PENDIDIKAN:

Upaya Pembebasan Manusia dari Alienasi Peran Kemanusiaannya
Ahmad Syauqi Sumbawi *

Pendahuluan

Perbincangan mengenai pendidikan tidak akan pernah mengalami titik akhir, sebab pendidikan merupakan permasalahan besar kemanusiaan yang akan senantiasa actual untuk diperbincangkan pada setiap waktu dan tempat yang tidak sama atau bahkan sama sekali berbeda. Pendidikan dituntut untuk selalu relevan dengan kontinuitas perubahan. Continue reading “TEOLOGI PENDIDIKAN:”

Agama dan Heterofobia

Muslim Basyar *
http://www.lampungpost.com/

Fenomena kekerasan dan aksi teror bom yang kerap mengatasnamakan Islam, seperti gerakan Negara Islam Indonesia (NII), sesungguhnya kian memperkuat stigma dalam masyarakat mengenai agama ini. Pasalnya, agama yang mengklaim dirinya sebagai pembawa keselamatan, ternyata tidak mampu membumikan konsep tersebut dengan baik; tapi malah menunjukkan keberingasannya dengan aksi terorisme. Continue reading “Agama dan Heterofobia”

Purworejo, Purwa Rinduku

M.D. Atmaja

SEJAUH tapak kaki menyusuri jalan, sampailah juga dimana harus berhenti untuk menatap jauhnya perjalanan yang harus ditempuh, pun jauhnya perjalanan yang telah terlewati. Menghadir begitu saja, dalam iringan desau risau yang masih belum terjawab. Melaju kencang menyusupi galau pikiran yang belum usai. Dan sampailah, di tanah seberang dari kampung halaman. Purworejo, merebakkan rindu pada mimpi indah hari depan yang dipenuhi manisnya candu rindu. Mimpi yang berkendara angin, untuk diburu dalam mimpi dan sadar. Mimpi yang harus diburu dengan tubuh dan arwah. Continue reading “Purworejo, Purwa Rinduku”

Bahasa »