In Memoriam Asrul Sani “Terimalah Hidup Apa Adanya!”

Benny Benke
suaramerdeka.com

SULTAN Marah Sani Syair Alamsyah, Yang Dipertuan Padang Nunang Rao Mapat Tunggul Mapat Cacang, mungkin tidak pernah mengira -demikian pula Nuraini binti Itam Nasution- kalau pada masanya putra mereka yang bernama Asrul Sani bakal menjadi salah seorang tokoh penting dalam perjalanan dan perkembangan perfilman Indonesia.

Bahkan dalam lingkup yang lebih luas, ayah enam putra kelahiran Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1927 itu bakal mewarnai perjalanan kesenian dan kebudayaan Tanah Air hingga akhir hayatnya. Continue reading “In Memoriam Asrul Sani “Terimalah Hidup Apa Adanya!””

Filosofi Cinta Rabi’ah Al Adawiyah di Panggung Teater

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Selama ini kita lebih mengenal sajak-sajak cinta karya Khalil Gibran dan May Ziadah. Padahal, dalam kesusasteraan Indonesia dari abad ke-16, ada nama Hamzah Fansuri dan Rabiah Al Adawiyah yang karyanya tak kalah besar. Di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (27/12), kumpulan sajak karya Rabiah yang berjudul Love Undererasure (Cinta di Bawah Karet Penghapus) akan dibacakan. Continue reading “Filosofi Cinta Rabi’ah Al Adawiyah di Panggung Teater”

Tutup Ngisor : Kesenian sebagai Daya Hidup

Sunardian Wirodono
kr.co.id

SELALU ada gerak kesenian, di Tutup Ngisor, sebuah dusun dengan 182 jiwa yang terletak di desa Sumberan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Apalagi setiap pertengahan bulan Suro (Muharram, kalender Jawa-Islam), yang tahun ini jatuh pada minggu terakhir Maret 2002.

Hampir seminggu, Tutup Ngisor ingar bingar oleh irama musik perkusi yang menghentak. Oleh kaki-kaki berbalut gentorak, gemerincing membentuk irama dan komposisi-komposisi sederhana namun rampak. Continue reading “Tutup Ngisor : Kesenian sebagai Daya Hidup”

WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa

Winarta Adisubrata
http://www.sinarharapan.co.id/

Belanda, Amerika Serikat, atau bahkan Korea dan Cina mungkin mencatat WS Rendra sebagai tokoh seni sastra dan drama Indonesia, ketimbang kita bangsa Indonesia sendiri. Penyair dan dramawan Willy Brordus Surendra Brata, yang pernah dikenal publik seni drama dan sastra Indonesia sebagai WS Rendra, menyatakan nama depannya WS adalah Wahyu Suleman (di Solo tempat Rendra dibesarkan WS sering dibaca “Wong Solo”. Continue reading “WS Rendra sebagai Aset Budaya Bangsa”

Tamansari

Judul Buku : Tamansari; Antologi Puisi, Cerpen, Esai
Pengantar : Bakdi Soemanto
Penyunting : Hadjid Hamzah, Ahmad Munif, Arwan Tuti Artha, Joko Budhiarto, Handoko Adinugroho, Mustofa W. Hasyim, dan Iman Budhi Santosa
Penerbit : Seksi Sastra Indonesia, Panitia Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) X.
Tahun : 1998
Tebal : 126 hlm. Continue reading “Tamansari”

Bahasa ยป