Rakyat; Kunci Penyelamat Bangsa

Apa Pandanganmu Tentang Rakyat?

Salman Rusydie Anwar

Di suatu malam yang lengang, penulis dan beberapa orang teman lainnya terlibat dalam sebuah obrolan sederhana dengan seorang budayawan kondang asal Madura, D. Zawawi Imron, di salah satu sudut kota Jogja. Malam itu tepat malam Minggu. Sebuah momentum yang bagi kalangan muda-mudi merupakan saat yang tepat memadu sublimitas psikologi dari sesuatu yang disebut cinta dan kasih sayang. Continue reading “Rakyat; Kunci Penyelamat Bangsa”

Emha Ainun Nadjib, Pengelana dari Menturo

Sudah dimuat di Majalah alKisah edisi No 25/III/2005

Ia adalah sosok multikreatif. Kreativitasnya telah mengantarkan langkah kakinya ke berbagai dimensi kehidupan: santri, gelandangan, dan seniman sastra.

Tanggal 17 malam, di Dusun Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Halaman pesantren yatim piatu itu sudah nyaris penuh oleh jemaah. Nuansa putih mewarnai ribuan orang yang duduk di atas puluhan tikar yang terhampar, sampai ke luar kompleks Pesantren Zaituna. Pukul sembilan tepat, acara pun dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah oleh seorang pria gagah yang juga mengenakan baju dan kopiah putih. Continue reading “Emha Ainun Nadjib, Pengelana dari Menturo”

SASTRA JENDRA

Puji Santosa

Salah satu ilmu rahasia para dewata mengenai kehidupan di dunia adalah Sastra Jendra. Secara lengkap disebut Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwatingdiyu. Sastra Jendra adalah ilmu mengenai raja agung binatara (raja yang besar kekuasaannya layaknya dewata). Hayuningrat artinya kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan dunia. Pangruwating adalah pembebasan atau pelepasan, artinya memuliakan atau mengubah watak dari buruk atau menjadi baik atau elok. Diyu artinya raksasa atau keburukan. Raja disini maknanya bukan harfiah raja, melainkan sifat yang harus dimiliki seorang manusia sehingga mampu menguasai hawa nafsu dan pancaindranya dari kejahatan. Continue reading “SASTRA JENDRA”

?Curhat? Gaya Kirk Coningham

?The Expat and Other Stories?
Kristanto Hartadi
http://www.sinarharapan.co.id/

Saya memang agak mengernyit ketika melihat undangan yang difaks oleh bagian penerangan Kedutaan Besar Australia di Jakarta ke redaksi untuk acara peluncuran buku The Expat and Other Stories, karya Kirk Coningham, Selasa (22/3) di QB Bookstore, Plasa Semanggi. Undangan itu tidak khusus ditujukan untuk saya, namun saya kenal Kirk ketika menjadi Atase Pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta (2000-2004) dan tidak pernah tahu kalau dia menulis buku, atau apa isi bukunya, sehingga saya putuskan untuk datang. Continue reading “?Curhat? Gaya Kirk Coningham”

Bahasa ยป