Godam Beraksi Sampai Mati

Raihul Fadjri
http://majalah.tempointeraktif.com/

SEPEKAN menjelang fajar tahun baru 2004, Rumah Budaya Tembi, di Bantul, Yogyakarta, menggelar pameran komik. Tak tanggung-tanggung, pameran berlangsung tiga minggu sampai 17 Januari 2004. Beberapa peminat komik masa kini mungkin masih ingat komikus Widodo Nur Slamet, yang lebih dikenal sebagai Wid N.S. Itu sebabnya karyanya digelar untuk mengingat kejayaan industri komik lokal di era 1970-an hingga 1980-an. Ketika itulah sejumlah nama komikus muncul: Yan Mintaraga, Teguh Santoso, Ganes T.H. (Si Buta dari Goa Hantu), Hans Jala-Jala (Panji Tengkorak), Hasmi (Gundala Putra Petir). Continue reading “Godam Beraksi Sampai Mati”

Hidup itu Singkat, Seni…

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Di Ancol, Ni Cenik, 81 tahun, bersama cicitnya, Ni Wayan Harum, menatap laut lamat-lamat. Di kejauhan tampak garis horizon. Tangan mereka bergandengan erat. Malam sebelumnya, di panggung Graha Bakti Budaya, bersama anak, cucu, dan cicitnya, Ni Cenik menari. Dan kini ia seolah berikrar kepada laut….

Tari Bali, mungkin, di mata Ni Cenik sudah merosot. Di desa-desa Bali kini muncul joget, joget bumbung, yang membuat mabuk kepayang anak muda. Continue reading “Hidup itu Singkat, Seni…”

Cerutu Tiarma, Ludah untuk Iwan

Hendro Wiyanto *
majalah.tempointeraktif.com

Karya dua perupa kontemporer Indonesia tampil di Bienale Havana ke-8 di Kuba, yang berlangsung hingga akhir Desember 2003. Mereka, Tiarma Dame Ruth Sirait, 35 tahun, dan Iwan Wijono, 32 tahun, dikenal sebagai perupa muda yang giat berpameran dengan medium-medium baru seperti seni instalasi dan pertunjukan.

Tiarma, perupa lulusan Institut Teknologi Bandung (1994) dan Royal Melbourne Institute of Technology, Australia (1997), belakangan juga dikenal sebagai perancang mode yang orisinal. Ia mengembangkan karya-karya instalasinya yang provokatif: Continue reading “Cerutu Tiarma, Ludah untuk Iwan”

Berkarya = Tantangan yang Harus Dilewati [Remy Sylado]

Remy Sylado
Pewawancara: Lona Olavia
suarapembaruan.com

Seni adalah ungkapan perasaan, demikianlah pernyataan yang sering kita dengar mengenai seni. Memang, jika kita renungkan sejenak, maka sesungguhnya ungkapan tersebut benar adanya. Sebab, seni itu sendiri memang merupakan ungkapan dari pengalaman-pengalaman batin seseorang yang kemudian dituangkan melalui berbagai medium seni, yang akhirnya dapat kita nikmati sebagai sebuah mahakarya. Continue reading “Berkarya = Tantangan yang Harus Dilewati [Remy Sylado]”

Para Perempuan Cemerlang dalam Peradaban Islam (1-2)

Dyah Ratna Meta Novi
http://www.republika.co.id/

Panggung peradaban Islam, tak hanya dominasi laki-laki. Perempuan, muncul pula memberikan kontribusi. Mereka, menunjukkan kecemerlangan pemikirannya dalam beragam bidang. Hal ini, telah bermula sejak zaman Nabi Muhammad dan para sahabatnya saat merintis masyarakat berperadaban.

Salim T S Al Hassani, profesor emiritus di University of Manchester, Inggris, dalam tulisannya, ‘Women’s Contribution to Classical Islamic Civilisation: Science, Medicine and Politics’, menyatakan, selain dalam bidang agama mereka juga berkiprah di bidang ilmu pengetahuan. Sejumlah perempuan memiliki kemampuan dalam bidang medis. Continue reading “Para Perempuan Cemerlang dalam Peradaban Islam (1-2)”

Bahasa ยป