Ananda Sukarlan, demi Musik Sastra

Mila Novita
http://www.sinarharapan.co.id/

Musik klasik, musik serius, ataupun musik seni, bagi Ananda Sukarlan tidak tepat untuk menyebut jenis musik yang ditekuninya. Pianis andal asal Indonesia yang kini menetap di Spanyol ini ingin memopulerkan nama musik sastra, istilah yang lebih tepat untuk jenis musik ini.

?Istilah musik klasik itu nggak benar, rancu, karena musik itu masih terus ditulis sampai sekarang. Yang benar musik sastra karena musik ini ditulis. Sampai abad kapan pun notnya tetap sama,? ujar laki-laki kelahiran 10 Juni 1968 ini ketika ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, pekan lalu. Continue reading “Ananda Sukarlan, demi Musik Sastra”

Bagaimana Sastra dan Musik Mewarnai Sejarah Islam?

Dyah Ratna Meta Novi
http://www.republika.co.id/

Seni telah lama berkembang. Bidang ini juga menjadi bagian dalam perkembangan peradaban Islam. Salah satunya adalah penulisan sastra. Banyak sastrawan bermunculan dengan berbagai karya mereka. Di sisi lain, seni musik pun mendapatkan ruang dan para musisi diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Continue reading “Bagaimana Sastra dan Musik Mewarnai Sejarah Islam?”

I Gusti Ngurah Made Agung, Pembaharu Sastra Bali Tradisional

IDG Windhu Sancaya
balipost.com

I GUSTI NGURAH MADE AGUNG yang lebih dikenal sebagai Cokorda Mantuk Di Rana atau Cokorda Denpasar (Cokorda Made), tidak saja diketahui sebagai raja yang memiliki jiwa kepemimpinan yang luhur, juga termasyhur sebagai seorang pujangga atau sastrawan Bali terkemuka pada awal abad XX.

Dalam bidang sastra, beliau bahkan dapat dikatakan sebagai pembaharu yang memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan sastra Bali pada zamannya serta khazanah sastra Bali, hingga saat ini. Continue reading “I Gusti Ngurah Made Agung, Pembaharu Sastra Bali Tradisional”

Konser Gamelan Bali di Tanah Leo Tolstoy

Kadek Suartaya
balipost.com

MUSIK asli Indonesia, gamelan, kini telah mendunia. Gamelan Bali belakangan telah dimainkan dengan asyik oleh bangsa Amerika. Beberapa bentuk gamelan Bali seperti Gong Kebyar, Gender Wayang hingga Jegog juga telah diakrabi oleh penekun musik dari Jepang. Dunia internasional mulai berkenalan dengan gamelan, sejak komponis Prancis Claude Debussy (1862-1918) menonton gamelan di Pameran Semesta yang digelar di Paris pada tahun 1889 untuk memperingati 100 tahun Revolusi Prancis. Continue reading “Konser Gamelan Bali di Tanah Leo Tolstoy”

Bahasa ยป