Hamlet Tak Perlu Serius

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/

Badut pendek berwajah tua dan menjinjing koper lusuh itu ngotot ingin jadi Hamlet. Popo, nama badut itu, merasa pantas jadi sang tokoh utama dan meminta dukungan penonton. “Hei, ayolah, betapa susahnya datang dari Bombay ke Jakarta. Dikit-dikit macet, dikit-dikit no parking,” keluhnya lantang. Apa mau dikata, penonton setuju, maka akhirnya ia pun terpilih. Continue reading “Hamlet Tak Perlu Serius”

Mimbar Teater Indonesia Bahas Putu Wijaya

Ismi Wahid
tempointeraktif.com

Kiranya, bulan ini Indonesia sedang merayakan pesta seni yang tak hanya berlangsung di Jakarta, tapi juga di kantong-kantong budaya. Selama sepekan, Mimbar Teater Indonesia (MTI) akan mengadakan perhelatannya yang kedua di Solo. Festival teater ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 10 Oktober mendatang di Taman Budaya Jawa Tengah. Continue reading “Mimbar Teater Indonesia Bahas Putu Wijaya”

HUBUNGAN BUDAYA MELAYU MELALUI TEATER

Maman S. Mahayana *

Apa yang dapat dilakukan teater dalam menjalin hubungan budaya Melayu bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara ini? Apa pula relevansinya dengan budaya Melayu sementara hubungan antarbangsa di kawasan ini tidak menghadapi masalah yang mengkhawatirkan? Adakah signifikansi hubungan itu dalam meningkatkan kerja sama kultural masyarakat di kawasan ini? Continue reading “HUBUNGAN BUDAYA MELAYU MELALUI TEATER”

Informasi sebagai Komoditi; Sebuah Nilai

Janual Aidi

Pandangan tentang informasi sebagai komoditi mengandaikan bahwa informasi dapat diperjualbelikan baik sebagai “intermediate goods” (media yang bagus) maupun sebagai “consumption good” (konsumsi yang bagus). Tetapi pengandaian ini tidak mudah, sebab untuk menjadi demikian informasi harus memiliki nilai tambah dan memberi keuntungan bagi setiap investasinya; kemudian, investasi ini harus terlindungi hukum kepemilikan. Continue reading “Informasi sebagai Komoditi; Sebuah Nilai”

Bahasa »