Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/
Badut pendek berwajah tua dan menjinjing koper lusuh itu ngotot ingin jadi Hamlet. Popo, nama badut itu, merasa pantas jadi sang tokoh utama dan meminta dukungan penonton. “Hei, ayolah, betapa susahnya datang dari Bombay ke Jakarta. Dikit-dikit macet, dikit-dikit no parking,” keluhnya lantang. Apa mau dikata, penonton setuju, maka akhirnya ia pun terpilih. Continue reading “Hamlet Tak Perlu Serius”
