GAPURA

Dian Sukarno *

Sering kita mendengar istilah gapura, pintu gerbang atau gate yang artinya kurang lebih sama, yaitu sebuah bagian dari sebuah struktur bangunan yang letaknya paling depan atau batas antara sebuah wilayah dengan wilayah lain. Gapura ini memegang peran sangat penting ketika dihubungkan dengan identitas arsitektural sebuah daerah atau Negara. Sebagai contoh ketika mendengar tentang Negara Jepang, maka hanya melihat gambar gapura kuil-kuil kuno Shinto di Negeri Matahari Terbit itu orang sudah bisa mengatakan itu adalah Jepang. Continue reading “GAPURA”

Horison pulang ke balai budaya

Liston P. Siregar
http://majalah.tempointeraktif.com/

TERNYATA Horison baru hanya berumur satu edisi. Tiga hari setelah acara peluncurannya di Perpustakaan Nasional, Jakarta, majalah sastra itu harus kembali ke pengasuhnya yang lama. Rapat Yayasan Indonesia, pemegang SIUPP Horison, Rabu 14 Juli lalu secara sepihak membatalkan kerja sama dengan pengelola baru, PT Grafiti Pers.

Dipersiapkan dengan kecepatan tinggi oleh tim redaksi baru, Horison sempat tampil beda bulan Juli ini, sebagai majalah sastra dan seni bukan cuma sastra. Dan pemasarannya pun ditangani dengan sungguh-sungguh oleh Sigit Pramono dari bagian pemasaran Majalah TEMPO. Continue reading “Horison pulang ke balai budaya”

Quran berwajah puisi

Julizar Kasiri, Ivan Haris, Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

SEBUAH upaya memuliakan Quran terhenti di tengah jalan. H.B. Jassin, penulis terjemahan Quran berjudul Quran Bacaan Mulia, ingin menerbitkan Quran yang ditulis mirip susunan puisi. Ia pun sudah mempersiapkan judulnya, Al Quran Berwajah Puisi. Tapi baru 10 juz dikerjakan, muncul imbauan supaya kreasi itu tak dilanjutkan. Itu, ”mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya,” menurut ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran, lembaga yang berwenang mengesahkan penerbitan Quran. Continue reading “Quran berwajah puisi”

Simpen AB: Simpul Ilmu Sastra + Silat

Putra-Putri Tradisi Utama Bali (10)
I Made Prabaswara

Beranda

APA kaitan susastra dengan silat? Jawaban pas dan nyata bisa disimak pada sosok I Wayan Simpen AB. ”Sastra dan silat sama-sama ilmu olah rohani, sama-sama mengajarkan pengendalian diri. Sastra memberi suluh dan perlindungan hidup rohani, sedangkan silat memberi rasa percaya diri dan perlindungan hidup ragawi,” jelas tokoh pendidikan Bali serba bisa ini dalam suatu kesempatan perbincangan di tempat tinggalnya, di Jalan Gadung, Denpasar, pertengahan dasawarsa 1980-an. Continue reading “Simpen AB: Simpul Ilmu Sastra + Silat”

Bahasa ยป